Buka konten ini

BATAM (BP) – Menjelang peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perayaan kota yang lebih tertata, aman, dan inklusif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengemuka dalam rapat finalisasi agenda HJB yang dipimpin Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (11/12).
Rapat yang berlangsung intens itu dihadiri Sekda Batam Firmansyah, unsur Forkompinda, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama agar rangkaian HJB tidak hanya meriah, tetapi juga aman dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Li Claudia menegaskan perlunya manajemen perayaan publik yang lebih profesional. Menurutnya, HJB bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan Batam sebagai kota yang terus berkembang dan menegaskan perannya sebagai pusat ekonomi regional.
“Hari Jadi Batam ke-196 adalah perayaan identitas dan kebersamaan kita. Seluruh kegiatan harus berjalan tertib, aman, meriah, dan inklusif. Setiap OPD harus berkoordinasi maksimal dan memperhatikan detail pelaksanaan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa persiapan teknis dan nonteknis harus dirancang matang, mulai dari pengamanan, rekayasa lalu lintas, alur penerimaan tamu, hingga publikasi kegiatan agar masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa hambatan.
Dalam rapat tersebut, panitia memaparkan sejumlah agenda utama, antara lain Ziarah Makam Zuriat Nong Isa, Batam Bersepeda HJB 196, Upacara Hari Jadi Batam, Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Batam Solidarity Airshow 2025 “Flying for Sumatera”, Pawai Budaya, hingga Resepsi Hari Jadi Batam. Seluruh kegiatan disusun melalui kolaborasi OPD untuk memastikan keseragaman konsep dan pelaksanaan.
Tahun ini, Pemko Batam juga menyiapkan doorprize istimewa pada malam puncak perayaan, yakni 12 paket umrah dan 12 sepeda motor. Hadiah akan diberikan kepada perwakilan pemenang dari 12 kecamatan sebagai bentuk apresiasi partisipasi masyarakat.
Rangkaian HJB 196 turut melibatkan tokoh adat, pelajar, komunitas, paguyuban, hingga masyarakat umum. Keterlibatan unsur yang lebih luas ini menjadi upaya Pemko untuk memastikan bahwa HJB bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi ruang kebersamaan seluruh warga.
Pemko Batam memastikan kesiapan sumber daya, logistik, dan teknis lapangan, sementara Forkompinda menyatakan dukungan penuh untuk menjaga keamanan dan kelancaran tiap agenda. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO