Buka konten ini

BINTAN (BP) – Pompong nelayan asal Bintan, KM Hikmah Jaya, tenggelam di sekitar perairan Karang Singa, Bintan, setelah dihantam ombak kuat.
Insiden ini terjadi pada Selasa (9/12) sekitar pukul 10.30 WIB. Dua nelayan asal Bintan, Muhammad Faisal dan Julhanudin Ritonga, berhasil selamat.
Tedi Damanik, nelayan setempat, mengatakan bahwa Muhammad Faisal dan Julhanudin Ritonga berangkat melaut sekitar pukul 07.00 WIB dari Pelantar Panjang, Kampung Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Tedi menerima kabar dari nelayan lain yang memancing di perairan Karang Singa bahwa pompong yang dinaiki kedua korban tenggelam setelah dihantam ombak kuat. Mendapat kabar tersebut, Tedi langsung meminta teman-temannya untuk menjemput korban.
”Ada dua pompong dari Pelantar Panjang dan dua pompong dari laut yang berangkat menjemput,” ujarnya.
Nelayan yang ikut menjemput korban, Ridwan, menyebutkan perlu waktu sekitar satu hingga dua jam untuk tiba di lokasi kejadian. Saat tiba, kedua korban sudah diselamatkan oleh nelayan lain yang berada di lokasi. Pompong korban yang tenggelam juga berhasil ditarik ke Pelantar Panjang di Kampung Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi.
”Kita kencangkan ikatannya, lalu ditarik dua pompong,” ujarnya.
Korban selamat, Muhammad Faisal, mengatakan tidak menyangka ombak datang begitu tiba-tiba. ”Kejadian ini seperti mimpi, saya tidak menyangka pompong saya akan tenggelam,” ungkapnya.
Sementara itu, keluarga dan kerabat Faisal sudah menunggu di Pelantar Panjang, Kampung Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi.
BPBD Bintan Siaga Hadapi Bencana
Sementara itu, BPBD Bintan menggelar Gladi Table Top Exercise (TTX) dan Command Post Exercise (CPX) Banjir Kabupaten Bintan 2025 di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan pada Selasa (9/12).
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respon kebencanaan, sekaligus melindungi masyarakat serta meminimalkan risiko bencana.
Sekda Bintan, Ronny Kartika, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana banjir.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menjamin penanganan bencana di lapangan berjalan optimal.
”Kesamaan pemahaman antarunit dan perangkat daerah sangat diperlukan agar setiap tahapan penanganan bencana dapat dilakukan secara terkoordinasi,” ungkapnya. Ia berharap sinergi dan kerja sama yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta koordinasi intensif dengan masyarakat, dapat terus terjalin. ”Masyarakat harus memahami peran dan langkah yang harus diambil dalam situasi darurat,” tambahnya.
Ronny juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional dan prosedur baku yang wajib diikuti oleh seluruh pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan tim dalam menghadapi kondisi darurat atau bencana. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menguji prosedur yang tertuang dalam Rencana Kontinjensi (Renkon) yang telah disusun bersama lintas sektor.
Menurut Ramlah, melalui simulasi dan latihan ini, koordinasi serta komunikasi antar tim dan lembaga terkait diharapkan semakin meningkat. Selain itu, pelaksanaan gladi ini menjadi sarana evaluasi untuk menemukan berbagai kekurangan dalam prosedur penanganan bencana yang selama ini diterapkan.
”Kita bisa mengetahui celah dan kelemahan sehingga segera dapat diperbaiki,” pungkasnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY