Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Rocket Day 2025 resmi bergulir sebagai ajang tahunan yang mempertemukan para pelaku usaha muda dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Melalui program Rocket Youthpreneurs bersama jaringan mitra strategis industri, kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak baru ekonomi kreatif.
Rangkaian kegiatan mulai dari showcase produk, presentasi bisnis, hingga business matching yang diinkubasi oleh Sandination Academy tidak hanya memperluas jejaring para peserta, tetapi juga memunculkan peluang ekonomi baru dengan nilai potensi mencapai Rp4,17 miliar.
Business Connect tahun ini dirancang sebagai forum interaksi intensif antara para Rocketpreneurs dan para mitra. Sebanyak 87 partner strategis turut terlibat, terdiri dari 11 investor, 17 pemasok, 23 pembeli, serta 46 pencari dan pengamat bisnis.
Empat nota kesepahaman (MoU) juga berhasil dicapai dan akan mulai berjalan pada 2026, disertai puluhan peluang tindak lanjut yang berpotensi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang.
Founder Yayasan Indonesia Stara (YIS) Sandination Academy, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan pentingnya wadah seperti Rocket Day 2025 dalam membentuk pelaku usaha muda yang mandiri dan berorientasi kolaborasi. Ia mendorong generasi muda untuk tidak hanya membangun usaha, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Anak-anak muda harus kita dorong untuk naik kelas. Rocket Day bukan sekadar pamer produk, tetapi ruang untuk membangun jejaring, membuka kolaborasi, dan memperkuat mentalitas wirausaha. Harapannya mereka kelak menjadi pemberi manfaat,” ujar Sandiaga, Senin (8/12).
Ia menambahkan ekosistem kewirausahaan semacam ini akan menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan Rocket Youthpreneurs yang mendorong transformasi Mustahiq to Muzakki—dari penerima manfaat menjadi pencipta manfaat.
Top 25 Brand Tampilkan Ragam Inovasi
Sebanyak Top 25 brand dari Rocket Acceleration menjadi sorotan dalam sesi Showcase Product & Business Presentation. Mereka berasal dari beragam sektor, mulai agribisnis, petfood, fashion, F&B, hingga edukasi digital.
Beberapa di antaranya adalah Aruna Farm, Amerta Petfood Indonesia, Fla Rabbits, Anima Companion, Macwish, Hey Soya, Gentanala, ScentX Indonesia, Halcy Hijab, Jbowl Kitchen, CoupleMate Wedding Planner, FMBC, Anakode, Pemuda Mendunia, Growth Skill, Vendor Kampus, Boxdotin, Baso Q Semar, Adsera, GenZ Outfit, Es Teler Bahagia, dan Solera Edu Marketplace.
Para peserta dinilai siap memasuki tahap ekspansi berkat model bisnis yang terstruktur, kemampuan branding digital, serta inovasi produk yang sesuai dengan minat pasar muda.
Dalam sesi “Business Insight”, tiga tokoh muda—Reza Pahlevi, Arza Reyne, dan Yuana Susatyo—membahas masa depan bisnis digital 2025–2030. Mulai dari perkembangan ekonomi kreator, pentingnya pendidikan digital, strategi personal branding, hingga pemahaman kebutuhan pengguna dalam membangun produk digital dari tahap awal.
Puncak acara berlangsung pada sesi Business Matching, ketika para peserta berdiskusi langsung dengan calon investor dan mitra industri mengenai pendanaan, distribusi produk, strategi pemasaran, hingga peluang ekspansi. Sesi ini menjadi kunci terciptanya hubungan bisnis yang terarah dan berkelanjutan.
Dampak Sosial-Ekonomi
Business Connect – Rocket Day 2025 menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Keterlibatan Top 25 brand dalam sesi showcase membuka peluang kolaborasi lintas sektor serta mempertemukan pelaku usaha dengan mitra strategis yang relevan.
Rangkaian interaksi tersebut melahirkan peluang kerja sama baru yang mendukung ekspansi pasar, akselerasi digitalisasi, dan peningkatan profesionalisme brand peserta. Nilai potensi ekonomi yang tercipta mencapai Rp4,17 miliar, ditambah dengan empat MoU strategis untuk implementasi tahun 2026.
Peluang tindak lanjut berupa pertemuan lanjutan antara peserta dan mitra bisnis juga mulai terbentuk, mencakup sektor F&B, petfood, fashion, wedding, edukasi, dan teknologi. Ruang kolaborasi baru terkait distribusi, pembukaan cabang, hingga pengembangan teknologi pun mulai dibuka.
Dari sisi kompetensi, peserta menunjukkan peningkatan dalam kemampuan pitching, penyampaian presentasi, hingga negosiasi bisnis. Mereka juga memperoleh akses jejaring lebih luas dengan komunitas, sekolah, perusahaan, serta manajemen KOL.
Ekosistem kewirausahaan muda ini semakin kuat karena mengedepankan kreativitas, kolaborasi, serta kemandirian ekonomi—menjadikannya fondasi penting bagi pertumbuhan pelaku usaha muda di masa depan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO