Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Wisatawan yang datang melalui Bandara Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas, mengeluhkan mahalnya tarif taksi menuju sejumlah lokasi di Pulau Jemaja. Salah satunya menuju Pelabuhan Padang Melang.
Tarif yang dipatok mencapai Rp100 ribu per orang untuk jarak yang tidak sampai 10 kilometer. Kondisi ini dinilai memberatkan penumpang, terutama bagi wisatawan yang bepergian sendiri.
Arifin, wisatawan asal Pekanbaru, mengaku terkejut dengan harga yang ditawarkan para sopir taksi. Menurutnya, tarif tersebut jauh lebih mahal dibandingkan dengan daerah wisata lainnya.
“Sangat mahal kali ongkosnya. Itu pun kalau cuma satu orang penumpang mereka tak mau jalan. Minimal lima orang baru mau jalan,” ujarnya, Senin (8/12).
Dengan ketentuan minimal lima penumpang, kata Arifin, satu mobil harus membayar total Rp500 ribu agar dapat berangkat. Ia menilai hal ini sangat merugikan wisatawan yang datang secara individual.
“Tidak ada tarif resmi, jadi susah. Kalau hitungan per orang, rugi penumpang. Di Batam saja orang mau berapa banyak tetap ada tarif dasarnya, ya setiap 1 kilometer Rp6 ribu,” jelas Arifin.
Ia menyebut tarif Rp500 ribu setara dengan harga sewa mobil harian di wilayah Jemaja maupun Anambas. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat wisatawan berpikir ulang untuk datang kembali.
“Lebih baik ya kita rental mobil sehari kalau tarifnya segitu. Tapi kan tujuan kami bukan di Jemaja, tapi Tarempa. Nggak mungkin kami rental mobil,” tambahnya.
Arifin meminta pemerintah daerah turun tangan mengatur tarif taksi agar lebih terjangkau bagi masyarakat dan wisatawan. Ia menilai kepastian tarif sangat penting untuk kenyamanan pengunjung.
“Agar enak juga kan, kalau tarif mahal, wisatawan mana yang tahan,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Anambas, Nurullah, mengakui bahwa sampai saat ini memang belum ada tarif resmi untuk angkutan darat seperti taksi bandara.
“Iya memang itu dikeluhkan masyarakat kita. Harga belum ada sesuai tarif resmi yang kita tetapkan,” kata Nurullah.
Menurutnya, Dishub Anambas berencana menggelar rapat bersama sopir taksi dan manajemen Bandara Letung untuk membahas persoalan tersebut. Pertemuan dijadwalkan pada 10 Desember mendatang.
Nurullah menyebut hasil rapat akan menjadi dasar penentuan langkah lebih lanjut terkait regulasi tarif. “Nanti hasilnya kami informasikan,” tutupnya. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY