Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Transformasi digital pendidikan di Kota Batam memasuki tahap penting. Untuk pertama kalinya, pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) digelar secara daring dan serentak di 133 sekolah pada Senin (8/12), melibatkan sekitar 187.000 siswa dari jenjang SD hingga SMP. Langkah ini disebut sebagai terobosan strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tuntutan era digital.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meninjau langsung pelaksanaan SAS Online perdana di SMP Negeri 12 Batam. Ia menilai ujian digital bukan sekadar inovasi teknis, melainkan bagian dari roadmap besar pemerintah daerah menuju ekosistem pendidikan modern berbasis teknologi informasi.
“Belajarlah dengan baik, karena masa depan bangsa bergantung kepada kalian. Semoga ujian digital perdana ini memberi dampak positif terhadap mutu pembelajaran di Batam,” tutur Amsakar saat memberikan motivasi kepada para siswa.
Menurutnya, digitalisasi ujian merupakan keniscayaan di era pendidikan saat ini. Sistem tersebut diyakini mampu meningkatkan objektivitas penilaian, mempercepat evaluasi, sekaligus meringankan beban administrasi guru.
“Jika kita bisa beradaptasi dengan baik, digitalisasi akan mempermudah kerja guru, meningkatkan kualitas belajar, dan memberi penilaian yang lebih akurat,” ujarnya.
Amsakar juga menyinggung perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini, jika dimanfaatkan dengan tepat, dapat membantu sekolah dan pemerintah menganalisis potensi peserta didik secara lebih mendalam.
“Di era AI, kita lebih mudah melihat potensi. Semoga pelaksanaan ini bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi inovasi yang lebih baik dari cara konvensional sebelumnya,” tambahnya.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru yang dinilai berperan besar dalam menyukseskan transformasi digital pendidikan di Batam.
“Tolong didik anak-anak kita sebaik mungkin. Masa depan Batam ada di tangan kalian, baik guru maupun siswanya,” kata Amsakar.
Pelaksanaan SAS Online Tahun 2025 melibatkan 65 SMP negeri, 63 SD negeri, dan lima SD swasta. Pemerintah berharap ujian digital dapat menjadi pijakan awal perubahan sistemik menuju sekolah yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi global.
Di SMPN 12 Batam, ujian hari pertama berlangsung lancar. Ujian serentak seluruh SMP di Batam itu dibuka langsung oleh Wali Kota melalui sistem ujian digital. Kepala SMPN 12 Batam, Nurmi, mengatakan SAS online dimulai tepat saat bel tanda ujian berbunyi.
“Alhamdulillah hari pertama berjalan lancar. Pak Wali tadi hadir sekaligus membuka ujian digital serentak sekota Batam,” ujarnya.
Kelancaran tersebut, lanjutnya, tidak lepas dari kesiapan sistem dan server Edukobus selaku platform penyelenggara. Setiap sekolah tetap menggunakan soal masing-masing yang kemudian diunggah ke dalam sistem. “Server Edukobus sangat baik. Soal di-input ke sistem, lalu otomatis tampil melalui link ujian. Peluang siswa menyontek juga kecil. Begitu selesai, nilai langsung keluar tanpa koreksi manual,” jelasnya.
Sebanyak 1.118 siswa SMPN 12 mengikuti ujian menggunakan laptop atau ponsel. Sekolah juga menyiapkan ruang khusus bagi siswa yang tidak memiliki perangkat memadai.
“Sekitar 30 anak kami tempatkan di ruangan khusus karena ponsel mereka tidak mendukung membuka link ujian,” ujar Nurmi.
SAS berlangsung untuk 10 mata pelajaran sesuai jadwal yang ditetapkan Dinas Pendidikan. Hari pertama diisi mata pelajaran Agama dan BKN. Siswa yang berhalangan karena sakit akan mengikuti ujian susulan pada pekan berikutnya.
Nurmi menegaskan tidak ada kendala jaringan selama ujian. Beberapa siswa hanya mengalami keterlambatan membuka halaman, namun tidak memengaruhi waktu pengerjaan.
“Waktu ujian lebih dari satu jam, jadi semuanya bisa menyelesaikan 30 soal dengan baik,” katanya.
Ia berharap ujian digital dapat terus diterapkan di masa mendatang dan memberi dampak positif terhadap kebiasaan siswa dalam memanfaatkan teknologi.
“Selama ini anak menganggap HP hanya untuk main game atau menonton. Sekarang mereka melihat ponsel bisa dipakai untuk hal positif, yaitu ujian. Ini mengedukasi mereka bahwa teknologi sangat bermanfaat,” ujarnya.
Nurmi menegaskan sekolah siap memadukan sistem pendidikan digital dalam kegiatan belajar mengajar berikutnya.
“Kalau ini bisa dijalankan seterusnya, tentu sangat baik. Kami siap melanjutkannya,” pungkasnya. (*)
Reporter : ARJUNA – AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO