Buka konten ini

BINTAN (BP) – Selain harga cabai dan sayuran yang naik, beberapa jenis buah juga mulai menghilang dari pasaran.
Kondisi ini salah satunya dipicu pengetatan lalu lintas barang dari Batam oleh petugas.
Pedagang di Pasar Baru Tanjunguban, Misiah, mengakui sejumlah buah seperti anggur, kelengkeng, dan apel mulai kosong di pasaran karena distribusi dari Batam kembali diperketat.
“Beberapa jenis buah masuknya dari Batam. Sekarang masuknya barang dari Batam lagi susah,” katanya.
Pedagang kecil di Bintan, Maman, meminta kepala daerah turun tangan mencarikan solusi persoalan pangan dan lonjakan harga. Ia khawatir jika kondisi ini dibiarkan, harga-harga akan makin meningkat.
“Gula naik, minyak naik, sampai susu pun juga naik,” keluhnya.
Di sisi lain, pengetatan arus barang dari Batam turut membuat warga pusing karena harga kebutuhan pokok melonjak akibat pasokan menipis. Warga Tanjunguban, Arlo, mengeluhkan pasokan buah serta sayuran mulai kosong.
Di swalayan, kata dia, stok juga menipis, terutama untuk buah dan sayuran.
“Informasinya pasokan kebutuhan pokok langka dan harga naik. Bahkan hotel dan resort juga kesulitan mendapatkan bahan baku,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, meminta Satgas Pangan Bintan rutin melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan komoditas menjelang akhir tahun. “Kita meminta Satgas Pangan memetakan potensi masalah di lapangan serta terus memantau harga dan pasokan kebutuhan di pasar,” pungkasnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY