Buka konten ini

BENGKONG (BP) – Upaya deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) terus diperkuat Puskesmas Tanjungbuntung. Melalui program Active Case Finding (ACF), petugas melakukan skrining aktif untuk menemukan kasus TBC yang belum terdiagnosis, dengan sasaran utama pegawai dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Plt Kepala Puskesmas Tanjungbuntung, dr Nazia Helmi, menjelaskan ACF dilakukan menggunakan pemeriksaan rontgen dada (X-ray) dan tes dahak (TCM) bagi kelompok berisiko tinggi. Langkah ini, kata dia, menjadi strategi mendeteksi penyakit lebih awal sekaligus mencegah penularan lebih luas di masyarakat.
“Kami menargetkan sekitar 250 orang hari ini, termasuk pegawai SPPG dan masyarakat umum. Pemeriksaan bekerja sama dengan Medilab, dan hasil X-ray langsung dibacakan oleh tim kami. Jika ada yang positif, pengobatan bisa segera dilakukan di puskesmas,” ujar dr Nazia, Sabtu (6/12).
Ia menambahkan, program ini mendukung prioritas kesehatan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk skrining TBC.
“Dengan deteksi awal, penularan dapat ditekan dan pasien bisa cepat mendapatkan pengobatan,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari para relawan. Kepala SPPG Bengkong Laut 1, Oqha Putra Mulia Wijaya, menyebut pengecekan kesehatan sangat penting bagi para relawan yang setiap hari terlibat dalam distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah.
“Kami sangat mendukung program ini. Selain higienis dan bersih, relawan kami juga harus sehat. Dengan pengecekan X-ray, kita bisa memastikan mereka tetap fit dalam menjalankan operasional,” tuturnya.
Oqha menjelaskan SPPG tidak hanya menangani distribusi makanan, tetapi juga rutin melakukan edukasi gizi ke sekolah, posyandu, hingga masyarakat umum. Karena itu, kondisi kesehatan relawan menjadi faktor penting agar penyuluhan berjalan optimal.
“Setiap bulan kami mengadakan beberapa kali sosialisasi terkait gizi, menu sehat untuk balita, ibu hamil, hingga masyarakat umum. Dengan skrining seperti ini, relawan dapat terus mendukung kegiatan tanpa hambatan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa SPPG Bengkong Laut 1 merupakan SPPG pertama di Batam yang memiliki sertifikat Sanitation and Hygiene Level System (SLHS) serta sertifikat penjamah makanan—menandakan komitmen mereka terhadap standar kesehatan.
Oqha berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala. “Harapannya, skrining seperti ini bisa berlanjut agar relawan tetap sehat dan siap menjadi garda terdepan dalam distribusi program gizi nasional,” ujarnya.
Melalui deteksi dini TBC lewat program ACF, Puskesmas Tanjungbuntung berharap penularan dapat ditekan, kesadaran masyarakat mengenai kesehatan meningkat, serta para relawan SPPG tetap prima menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak pemenuhan gizi di Batam. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO