Buka konten ini

BATAM (BP) – Seminar Internasional Fakultas Kedokteran ke-4 Universitas Batam kembali mencuri perhatian. Acara yang digelar LPPM UNIBA bersama Fakultas Kedokteran UNIBA pada Kamis (4/12) di Rumengan Hall itu menghadirkan ratusan peserta dan deretan pembicara dari dalam dan luar negeri untuk membahas isu kesehatan kerja di iklim tropis.
Mengusung tema “Mitigating Occupational Health Risks: An Update on Managing Tropical Climate Related Workplace Emergencies”, seminar ini diikuti akademisi, praktisi kesehatan, tenaga medis industri, hingga mahasiswa. Topiknya relevan dengan kondisi Batam dan kawasan industri tropis lain yang menghadapi risiko kerja khas dan kerap ekstrem.
Para pakar nasional dan internasional dihadirkan untuk memperkuat kualitas diskusi. Sebagai pembicara kunci, dr. Muzakir, M.K.M., Pelaksana Tugas Direktur Pengembangan Kelembagaan K3, memaparkan arah kebijakan dan penguatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tingkat nasional. Perspektif global kemudian diperdalam oleh dr. Adam Herman, M.Med(OM), Sp.Ok serta Dr. dr. Iqbal Mochtar, MPH, MKKK, DiplCard, DoccMed, Sp.Ok., FRSPH yang kini berpraktik di Qatar.
Kehadiran Dr. Ho Vui Kian, M.Med (Anaes), FANZCA dari Singapura semakin melengkapi diskusi lintas negara tersebut. Ia membagikan pengalaman terkait praktik anestesi dan penanganan kedaruratan di lingkungan kerja. Kolaborasi ini menjadikan seminar sebagai forum strategis untuk bertukar pengetahuan sekaligus memperkuat standar kesehatan kerja berkelanjutan.
Beragam isu dibedah para narasumber, mulai dari risiko kesehatan kerja di wilayah tropis, penanganan kegawatdaruratan di tempat kerja, hingga strategi pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja di era industri yang semakin kompleks.
Rektor Universitas Batam, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa Fakultas Kedokteran UNIBA telah berkembang menjadi pusat unggulan kedokteran okupasi di Kepulauan Riau. Ia menilai kolaborasi antara kedokteran preventif dan kedokteran darurat menjadi kunci menghadapi tantangan kesehatan kerja di daerah tropis seperti Batam.
“Wilayah tropis memiliki risiko lingkungan kerja yang khas dan sering kali ekstrem. Karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mitigasi dan respons darurat menjadi hal yang sangat penting. Fakultas Kedokteran UNIBA siap menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Kepala LPPM UNIBA, Dr. Malahayati Rusli Bintang, BSc., MPH, menyebut seminar ini sebagai langkah strategis memperkuat kontribusi akademik dan riset di bidang kesehatan kerja. Menurutnya, forum internasional tersebut membuka ruang berbagi pengalaman lintas negara sekaligus memperluas jejaring riset.
“Ini bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga momentum memperkaya inovasi UNIBA di bidang occupational health dan emergency medicine,” katanya. Ia menegaskan bahwa materi seminar sangat relevan dengan karakter industri Batam, termasuk galangan kapal, elektronik, migas, dan manufaktur.
Penyelenggaraan seminar internasional ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Batam untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas SDM kesehatan di Indonesia. (*/adv)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO