Buka konten ini
UPAYA BP Batam memperkuat modernisasi infrastruktur memasuki babak baru, melalui kolaborasi strategis dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Hal tersebut sudah melalui pertimbangan matang, meskipun tetangga terdekat yakni Singapura sebenarnya terbukti lebih maju dan mumpuni untuk dijadikan kiblat atau rujukan modernisasi infrastruktur.
Melalui FGD bertema “Perencanaan Infrastruktur yang Modern, Handal, dan Berkelanjutan” yang digelar 4–6 Desember di Kantor Kemenko 3 IKN, rombongan BP Batam mempelajari langsung konsep pembangunan kota masa depan yang sedang diterapkan di IKN.
Kegiatan dibuka Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, dan dihadiri Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, bersama Sekretaris OIKN, Bimo Adi Nursanthyasto.
Mouris menyebut IKN merupakan model kota modern yang tepat untuk dijadikan rujukan. Setibanya di lokasi, ia langsung melihat standar pembangunan yang terencana, futuristik, dan berorientasi jangka panjang.
“Saat tiba di IKN dan melihat infrastrukturnya, saya semakin percaya bahwa tujuan kami mempelajari perencanaan serta pengembangan infrastruktur yang modern, handal, dan berkelanjutan di sini sudah sangat tepat,” ujarnya.
IKN sendiri dikembangkan dengan delapan prinsip utama, mulai dari desain berbasis kondisi alam, rendah emisi, hingga teknologi efisiensi dan keterhubungan antarmoda. Prinsip-prinsip ini dinilai Mouris dapat menjadi inspirasi konkret bagi Batam dalam menghadapi pertumbuhan penduduk, ekspansi industri, dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur perkotaan.
“Dalam membangun dan mengembangkan infrastruktur, kita harus merencanakan sebaik mungkin. Infrastruktur yang disiapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan masa depan,” tambahnya.
Menurut Mouris, sejumlah praktik pembangunan di IKN berpotensi diadopsi untuk Batam, seperti manajemen utilitas terpadu, pengembangan kawasan rendah emisi, serta penguatan sistem air bersih dan pengolahan limbah. Seluruhnya dianggap selaras dengan arah pengembangan Batam sebagai kawasan ekonomi modern dan terintegrasi.
Selama kunjungan, rombongan BP Batam juga meninjau berbagai infrastruktur strategis, antara lain Istana IKN, Rusun OIKN, Multi-Utility Tunnel, jembatan dan dermaga logistik, Bandara IKN, hingga fasilitas pengolahan air bersih, limbah, dan energi.
Mouris optimistis pengalaman ini akan memperkaya gagasan BP Batam dalam merancang fondasi pembangunan kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Terima kasih atas penerimaan yang baik dari OIKN atas kunjungan studi ini. Kami yakin kolaborasi BP Batam dan OIKN dapat terus membawa kemajuan infrastruktur bagi kedua wilayah,” katanya.
Sekretaris OIKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia berharap diskusi dan pertukaran informasi selama dua hari itu memberikan referensi baru bagi BP Batam dalam memajukan pembangunan kota.
“Harapannya pertemuan ini menjadi ruang diskusi yang baik serta memberi tambahan wawasan bagi BP Batam dalam memajukan Batam,” ujarnya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO