Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Para pengembang properti di Surabaya mulai mengatur langkah untuk menjaga performa bisnis pada 2026. Salah satu strategi yang kini menjadi prioritas adalah memperkuat pengembangan kawasan komersial. Segmen ini dinilai dapat menjaga arus kas perusahaan di tengah penjualan rumah yang masih berjalan lambat.
Direktur Utama PT Bhakti Tamara, Lodewyk Wattimena, menyampaikan bahwa penjualan rumah masih belum pulih akibat kehati-hatian masyarakat dalam membelanjakan pendapatan mereka. “Penjualan unit hunian masih belum menembus 80 persen target.
Namun total pendapatan perusahaan sudah melampaui 100 persen,” katanya dalam market update di Surabaya, Sabtu (6/12).
Lodewyk menjelaskan, capaian pendapatan itu didorong oleh transaksi penjualan lahan kepada salah satu investor besar. Baru-baru ini, pihaknya menyelesaikan penjualan lahan seluas 2 hektare yang mampu menutupi performa penjualan hunian yang belum optimal.
Produk premium Organica juga masih menghadapi tantangan dari sisi permintaan. Dari 25 unit di tahap pertama, baru sekitar separuh yang terserap pasar. “Kami terus memperkuat brand awareness lewat berbagai event, salah satunya lomba free-flying macaw.
Harapannya, seluruh unit tahap awal bisa terjual pada semester pertama tahun depan,” ujarnya.
Melihat tren pasar, perusahaan berencana menggenjot proyek-proyek komersial pada 2026. Berbagai fasilitas seperti area olahraga dan pusat kuliner dalam kawasan perumahan tengah disiapkan. Strategi ini dianggap mampu memberikan pemasukan lebih cepat melalui kerja sama dengan investor. “Margin memang tidak setinggi residensial, tapi cashflow lebih terjamin,” ungkapnya.
Marketing Manager Royal Residence, Dina Ariyanti, menambahkan bahwa pengembangan komersial dilakukan tanpa mengurangi fokus pada penjualan hunian. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO