Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Perjalanan Macan Kemayoran Bangkit usai Covid-19

JAKARTA (BP) – Persija Jakarta kembali menunjukkan bahwa kreativitas tak pernah berhenti berkembang di lingkungan Macan Kemayoran. Bukan hanya mengejar prestasi di lapangan, klub ini terus berupaya memaknai perjalanan panjangnya lewat karya artistik yang lebih mendalam.

Pada Selasa (25/11), di kantor Persija, klub resmi merilis buku foto berjudul PERSIJA: WE RISE AGAIN. Sebuah dokumentasi visual untuk merayakan hari jadi ke-97.
Buku foto ini memuat 140 jepretan yang merangkum perjalanan klub sepanjang 2020–2025. Periode penting yang penuh dinamika sekaligus menjadi titik balik bagi Persija.

Mulai dari masa sulit pandemi Covid-19 yang menghentikan roda kompetisi, hingga momen kebangkitan dengan semangat To The Next Level. Seluruh fragmen perjalanan lima tahun terakhir dirangkum dalam karya visual yang sarat makna.

“Buku ini adalah rekaman tentang tekad dan kebersamaan. Setiap foto adalah saksi bahwa Persija bukan hanya tim sepak bola, tetapi simbol perjuangan untuk tidak menyerah,” ujar Direktur Persija Mohamad Prapanca dikutip website persija.id.

Senada dengan itu, legenda Persija sekaligus Direktur Teknik Bambang Pamungkas menyebut, buku foto tersebut sebagai rangkaian kisah yang merekam waktu dan proses pendewasaan klub.

“Jepretan-jepretan ini adalah bait-bait puisi perjalanan. Kamera ini memang milik kami, tapi kisahnya milik kita semua,” tutur Bambang Pamungkas.
Buku ini digarap fotografer ofisial Persija Khairul Imam bersama Media Officer sekaligus penulis Kukuh Wahyudi. Keduanya berharap karya ini menjadi arsip berharga bagi Persija, Jakmania, serta masyarakat sepak bola Indonesia.

“Rangkaian foto ini adalah bahasa visual. Kami ingin pembaca melihat Persija dari sudut emosional yang lebih dalam,” kata Imam.
Kukuh menambahkan bahwa buku foto ini menjadi bukti bahwa sepak bola juga memberi ruang untuk berkarya dalam ranah seni.

“Semoga buku ini ikut mendorong ekosistem fotografi serta menjadi stimulus positif bagi industri sepak bola nasional,” beber Kukuh.
Menariknya, PERSIJA: WE RISE AGAIN diterbitkan sebagai collectible item dan hanya dicetak sebanyak 97 eksemplar, sesuai usia Persija yang ke-97. Buku ini juga menjadi edisi pertama dari tetralogi yang akan berakhir pada ulang tahun ke-100 Persija pada 2028.
Kurator buku foto Peksi Cahyo, menilai proyek ini sebagai standar baru dokumentasi klub sepak bola.

“Ingatan kita terlalu pendek jika hanya mengandalkan media sosial. Buku ini merawat memori sepak bola Indonesia,” ujar Peksi Cahyo.
Buku ini tersedia di Persija Acces mulai 28 November 2025 dengan harga Rp 1.128.000, didukung Indomie, Indomilk, serta Netzmi dan Loyal.id. (*)

Karya : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol