Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

914 Orang Meninggal, 359 Orang Hilang

Seorang wanita berlumuran lumpur berdiri di jalan yang dipenuhi lumpur setelah banjir bandang melanda daerah tersebut di Aceh Tamiang.
Warga
terdampak banjir bandang berjalan di jalanan
berlumpur di mana bangkai sapi (kiri) terlihat tergeletak di pinggir jalan di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada 6 Desember 2025.

JAKARTA (BP) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia dan korban hilang pasca bencana alam banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Kini, jumlah korban meninggal dunia sudah mendekati seribu orang, persisnya sebanyak 914 orang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan hal itu dalam keterangan yang disampaikan secara dalam jaringan (daring). Dia me­ngungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia paling banyak berasal dari Aceh.

”Untuk detail (korban meninggal dunia) per provinsi, untuk Provinsi Aceh per hari ini itu berjumlah 359 jiwa bertambah 14 jiwa (dari kemarin). Kemudian Sumut itu 329 jiwa dan Sumbar 226 jiwa,” terang dia pada Sabtu (6/12).

Sementara itu, total jumlah korban hilang sejauh ini sebanyak 389 orang. Para korban tersebar di 3 provinsi dengan rincian korban hilang di Aceh sebanyak 94 orang, korban hilang di Sumut sebanyak 82 orang, dan korban hilang di Sumbar sebanyak 213 orang.
”Kami juga menyampaikan korban hilang dari total 3 provinsi masih terdata dalam daftar pencarian tim sar sebanyak 389 jiwa,” kata dia.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa angka korban meninggal dunia maupun korban hilang bergerak dinamis sesuai dengan perkembangan operasi SAR di lapangan. Menu­rut dia, ada beberapa korban yang sempat dilaporkan hilang kemudian dilaporkan sudah ditemukan dalam keadaan selamat.

”Ada beberapa korban yang sebelumnya dilaporkan hilang tetapi di beberapa tempat kemudian dinyatakan atau kembali dilaporkan selamat. Sehingga data korban hilang yang per kemarin itu masih berjumlah 521 jiwa, per hari ini dari rekap Pusdalops BNPB di 3 provinsi itu 389 jiwa,” jelasnya.

BNPB berharap angka korban hilang terus turun hingga seluruh korban hilang yang terdata bisa segera ditemukan. Harapannya mereka ditemukan dalam keadaan selamat.
Abdul Muhari memastikan bahwa operasi SAR akan terus dilakukan sampai tuntas. Sebab, pencarian dan pertolongan korban hilang menjadi salah satu prioritas. (***)

Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : Alfian Lumban Gaol