Buka konten ini

BATAM (BP) – Musyawarah Kota (Mukota) VIII 2025 Kadin Batam resmi menetapkan Roma Nasir Hutabarat sebagai ketua periode 2025–2030. Pemilihan yang digelar di Hotel Planet Holiday, Jumat (5/12), berjalan mulus dengan Roma Nasir sebagai calon tunggal dan disepakati secara aklamasi oleh seluruh peserta.
Mukota dibuka Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa forum ini bukan hanya ruang pertanggungjawaban dan regenerasi organisasi, tetapi juga momentum konsolidasi seluruh kekuatan dunia usaha di Batam.
“Mukota ini substansinya mendengar pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, memilih pengurus yang akan datang, dan menyusun agenda kerja ke depan. Ini ajang konsolidasi, mempertemukan mazhab yang mungkin belum sinkron. Jangan seperti filosofi: rumah sudah selesai, tukul masih berbunyi,” ujar Amsakar.
Ia meminta pengurus baru menyusun program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga hubungan dunia usaha dan para pemangku kepentingan.
“Kalau kandidatnya tunggal, tak ada lagi perdebatan. Kadin harus menjadi jembatan pendukung dalam membangun relasi dan harmoni,” tegasnya.
Fokus Konsolidasi dan Penguatan Usaha
Ketua terpilih, Roma Nasir Hutabarat, menyampaikan apresiasi kepada peserta dan undangan yang hadir. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan bekerja memperkuat sinergi Kadin dengan Pemko Batam dan BP Batam sesuai amanat UU No. 1/1987.
“Undang-undang mengarahkan bahwa Kadin harus bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Roma optimistis pertumbuhan ekonomi Batam yang sudah menembus 7 persen dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, Kadin, dan pelaku usaha lintas sektor.
Untuk program jangka pendek, ia menyebut konsolidasi internal sebagai prioritas utama. Selain itu, Kadin Batam akan turun merangkul pelaku usaha, khususnya UMKM, guna membantu kelancaran perizinan serta mendorong aktivitas perdagangan domestik maupun internasiona.
“Untuk maju, kita harus berbenah dari dalam terlebih dahulu,” katanya.
Roma memperkirakan penyusunan struktur kepengurusan akan memakan waktu sekitar satu bulan, mengingat Desember menjadi periode padat aktivitas bagi para pengusaha yang tengah menutup buku tahunan dan menghadapi musim liburan.
Menjawab Isu Dualisme
Menanggapi isu dualisme kepengurusan Kadin Batam, Roma menilai perbedaan sebagai hal wajar dalam organisasi besar. Ia memastikan seluruh unsur dunia usaha tetap akan dirangkul.
“Mereka bagian dari kita. Namanya organisasi besar, perbedaan pasti ada. Tapi kami akan tetap merangkul semua pihak. Kadin itu harus satu,” ujarnya.
Ketua Steering Committee (SC) Mukota VIII, Niko Nixon Situmorang, juga memastikan kepengurusan yang ditetapkan melalui Mukota sebagai satu-satunya yang sah. Menurut dia, sejak 2 Oktober 2025, Ketua Kadin Kepri telah mengeluarkan SK Karteker kepada Roma Nasir, sehingga tidak ada lagi dualisme.
“Sejak 2 Oktober itu kami menganggap tidak ada kepengurusan lain. Sepanjang kita menjalankan peraturan organisasi dan AD/ART Kadin, itulah yang benar. Tidak ada dualisme,” tegasnya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO