Buka konten ini

BATAM (BP) – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bergerak cepat memastikan pasokan LPG 3 kilogram tetap aman. Instruksi tegas itu disampaikan setelah muncul laporan potensi kekurangan pasokan hingga 2.774 kiloliter atau sekitar 472 tabung sampai akhir tahun.
Amsakar menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas, terutama pada periode meningkatnya aktivitas rumah tangga menjelang pergantian tahun. Ia tidak ingin terjadi gejolak di lapangan akibat kelangkaan gas bersubsidi tersebut.
“Saya minta follow up lagi ke Pertamina. Bila perlu, surati kembali terkait kekurangan gas elpiji 3 kilogram ini. Saya tidak mau ada gejolak di momen Nataru. Jangan sampai warga mengeluhkan gas 3 kilogram langka,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda, Rabu (3/12). Menurut Amsakar, lonjakan kebutuhan akhir tahun harus diantisipasi secara serius oleh seluruh perangkat daerah. Stok dan distribusi berbagai bahan kebutuhan pokok harus dijaga agar tetap stabil.
“Soal banyak yang mudik atau apa pun itu tidak penting. Fokus kita adalah menjaga pemenuhan kebutuhan, stok, dan pasokan ke Batam,” tegasnya.
Ia kembali menginstruksikan Disperindag untuk melayangkan surat resmi kepada Pertamina terkait angka kekurangan yang diperkirakan tidak dapat dipenuhi dari sisa kuota tahun berjalan.
Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, menjelaskan realisasi distribusi LPG 3 kilogram hingga Oktober 2025 telah mencapai 42.084 kiloliter atau 97 persen dari total kuota Triwulan IV sebesar 43.310 kiloliter. Dengan rata-rata pemakaian bulanan sekitar 3.826 kiloliter, kebutuhan Desember diperkirakan tembus 4.000 kiloliter.
“Sehingga total kebutuhan LPG 3 kg hingga akhir 2025 mencapai 46.084 kiloliter. Maka diprediksi kuota tahun ini tidak tercukupi,” ujarnya.
Dari hitungan itu, Batam diproyeksikan mengalami defisit pasokan sekitar 2.775 kiloliter.
“Kami sudah menyurati Pertamina agar bisa memenuhi kekurangan elpiji di bulan Desember ini,” kata Gustian.
Selain LPG, Disperindag juga mengantisipasi potensi kenaikan harga cabai akibat terganggunya pasokan dari Pulau Sumatera yang tengah dilanda bencana. Pemko sudah menyiapkan suplai alternatif dari daerah lain guna menjaga stabilitas harga selama Nataru.
Sementara itu, stok komoditas lain relatif aman. Stok beras di gudang distributor mencapai 2.935 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan Batam. Harga beras medium tercatat Rp12.000 per kilogram dan premium Rp14.000 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk BBM jenis pertalite, Gustian menyebut kondisinya surplus dan dipastikan mencukupi kebutuhan hingga akhir Desember 2025. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : GALIH ADI SAPUTRO