Buka konten ini

BATAM (BP) – Batam kian menegaskan diri sebagai gerbang utama perjalanan medis internasional dengan hadirnya layanan percepatan paspor bagi pasien rujukan ke luar negeri melalui program Immicare yang diluncurkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. Program ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas pasien yang membutuhkan tindakan medis lanjutan, terutama ke Malaysia dan Singapura.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, mengatakan selama ini banyak pasien membutuhkan penanganan cepat namun terkendala persoalan administratif, termasuk pengurusan paspor. Melalui Immicare, hambatan tersebut dapat ditekan sehingga pasien bisa segera diberangkatkan.
“Batam merupakan pintu utama warga Indonesia yang melakukan perjalanan berobat ke Singapura atau Malaysia. Dengan Immicare, kami ingin memastikan proses keberangkatan tidak terhambat dokumen keimigrasian,” ujar Kharisma, Selasa (2/12).
Lewat Immicare, penerbitan paspor dapat dilakukan langsung di rumah sakit tanpa mengharuskan pasien datang ke Kantor Imigrasi. Petugas disiagakan selama 24 jam untuk melakukan perekaman biometrik dan foto, dan paspor dapat terbit pada hari yang sama.
Tidak hanya itu, Imigrasi Batam juga memfasilitasi keberangkatan pasien di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) hingga koordinasi dengan instansi terkait seperti Karantina Pelabuhan, agar proses perpindahan pasien berlangsung lebih cepat dan efisien.
“Ini bentuk dukungan kami agar pasien yang membutuhkan perawatan mendesak tidak kehilangan waktu. Semua proses kita percepat agar pasien bisa segera menuju fasilitas kesehatan yang dituju,” tambahnya.
Saat ini, Imigrasi Batam telah bekerja sama dengan tujuh rumah sakit di Kota Batam, di antaranya RS Awal Bros, RS BP Batam, RS Santa Elisabeth, dan RSUD Embung Fatimah.
Kharisma menyebut respons publik cukup positif. Meski Immicare baru melayani satu permohonan, layanan pembuatan paspor di rumah sakit sudah digunakan lebih dari lima kali.
Ia berharap program ini ikut memperkuat posisi Batam sebagai pusat rujukan dan hub medis internasional. “Harapannya Batam menjadi pilihan utama akses kesehatan lintas negara karena jarak dekat, transportasi mudah, dan dukungan layanan cepat,” tutupnya. (*)