Buka konten ini

LOS ANGELES (BP) – Pekan lalu, bintang Los Angeles Lakers Luka Doncic terpilih sebagai pemain terbaik dalam sepekan di Wilayah Barat NBA. Penghargaan yang kali pertama dimenangi Doncic berkat mencetak rata-rata 37,3 poin, 10,3 assist, dan 8,7 rebound dalam tiga pertandingan Lakers sepekan lalu. Semuanya berakhir dengan kemenangan dan Lakers telah mencatat streak menang dalam tujuh laga.
Namun, mengawali pekan ini, Doncic mendapatkan hasil bertolak belakang. Streak menang Lakers terhenti oleh Phoenix Suns dengan skor 108–125 di Crypto.com Arena, Los Angeles, Selasa (2/12). Meski mencetak poin terbanyak (38 poin), guard 26 tahun asal Slovenia itu menberi andil kekalahan dengan statistik sembilan kali turnover. ”Ini salahku. Aku tidak bisa melakukan 9 turnover dalam satu pertandingan,” ucap Doncic yang malah mencatat assist lebih sedikit (5) dari turnover seperti dilansir Sports Illustrated.
Terlalu Individualistis
Suns sejatinya tidak menerapkan game plan khusus untuk meredam Doncic. Tidak adapertahanan ganda atau jenis pertahanan agresif lain untuk peraih NBA Scoring Champion (pencetak poin terbanyak) 2024 itu. Akan tetapi, taktik itu malah membuat Doncic bermain terlalu individualistis. ”Aku perlu merenungkan (performa) diriku,” ucap Doncic.
Koneksi Brooks dan Gillespie
Selain turnover Doncic, kombinasi permainan small forward Dillon Brooks dan guard Collin Gillespie menjadi kunci kemenangan Suns. Mereka menghasilkan 61 poin atau hampir separo perolehan poin tim. Brooks mencatatkan 33 poin, sedangkan Gillespie 28 poin.
Pelatih Suns Jordan Otts menyebut, Brooks selalu tampil spartan. Begitu pula Gillespie.
”Dia (Brooks) bekerja sangat keras. Lemparan-lemparan yang dia lakukan persis seperti saat latihan. Bersama Collin (Gillespie) mereka luar biasa malam ini (kemarin, red),” tutur Otts di laman resmi NBA. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO