Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAID) Kabupaten Karimun menemukan adanya pelajar yang terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang Januari–Oktober 2025. Temuan ini menjadi perhatian serius agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
Ketua KPAID Karimun, Erwan Muharuddin, mengatakan, hampir setiap tahun ada kasus baru masyarakat yang terpapar HIV. Namun, dua tahun terakhir kasus yang melibatkan pelajar cukup mengejutkan. Tahun 2024 ada satu kasus pelajar terjangkit, dan tahun ini kembali ditemukan kasus serupa, seorang pelajar possitif HIV.
“Kasus pelajar yang terjangkit HIV bukan karena orang tuanya, melainkan akibat hubungan seks di luar nikah. Ini menjadi perhatian serius. Pendidikan anak tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi peran orang tua juga sangat menentukan,” ujar Erwan, Senin (1/12).
Sepanjang Januari–Oktober 2025, KPAID Karimun telah melakukan tes HIV terhadap 9.572 orang. Hasilnya, 43 orang terjangkit HIV, 16 orang di antaranya telah masuk tahap Aids. Selain itu, dari masyarakat yang terpapar TBC dan kemudian dites HIV, ditemukan 11 kasus terjangkit HIV.
Menanggapi temuan ini, KPAID Karimun berencana meningkatkan edukasi pencegahan HIV di sekolah-sekolah pada tahun mendatang. Meskipun sosialisasi telah dilakukan sepanjang 2025, pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan edukasi agar pelajar lebih memahami risiko dan cara pencegahan.
“Dengan adanya temuan kasus pelajar terjangkit HIV, tahun depan edukasi ke sekolah akan lebih intens. Ini bagian dari upaya bersama menghadapi penyebaran HIV dan Aids,” ujarnya.
Temuan ini disampaikan menjelang peringatan Hari Aids Sedunia, sebagai pengingat pentingnya pencegahan dan kesadaran masyarakat terhadap risiko HIV dan Aids. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY