Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Industri perumahan tak lagi didominasi pengembang komersial dan KPR perbankan. Dalam beberapa tahun terakhir, geliat properti syariah tumbuh pesat dan menarik minat masyarakat yang menginginkan hunian tanpa riba dan tanpa campur tangan bank.
Ketua Asosiasi Developer Property Syariah (ADPS) Arief Sungkar menyebut model yang mereka usung sangat sederhana: transaksi langsung antara pengembang dan konsumen. Tanpa bank, tanpa denda, tanpa penyitaan.
“Begitu transaksi terjadi, hubungan hanya antara penjual dan pembeli. Sistem ini membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan rumah dengan skema yang lebih menenangkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11).
Sementara itu, Founder sekaligus CEO DPS Muhammad Rosyid Aziz membeberkan kinerja ekosistem bisnis tersebut. DPS, kata dia, kini telah menyerap lebih dari 28.300 tenaga kerja dengan nilai transaksi rata-rata Rp132 miliar per bulan.
Menurut Rosyid, Silaturahmi Akbar Nasional (Silaknas) X yang digelar di Kota Padang pada 25–27 November lalu menjadi bukti kekuatan kolaborasi para pelaku properti syariah.
“Saatnya melangkah bersama menuju target besar: menghadirkan satu juta unit properti syariah di Indonesia,” tegasnya.
Hingga akhir 2025, DPS tercatat memiliki 3.312 anggota aktif, 1.729 proyek yang tersebar di 36 provinsi, mengelola lahan seluas 2.798 hektare, dan menyediakan 174.141 unit hunian.
Dukungan juga datang dari pemerintah. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah yang hadir dalam Silaknas menyebut properti syariah sebagai salah satu solusi kebutuhan perumahan nasional.
“Pertumbuhannya semakin pesat dan bisa menjadi jawaban atas kebutuhan hunian masyarakat,” ujar Fahri.
Ia menyebut backlog perumahan nasional kini mencapai 15 juta unit, sehingga diperlukan inovasi pembiayaan yang lebih inklusif serta sejalan dengan Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Ini peluang besar bagi DPS untuk ikut mengisi target pembangunan nasional,” tegasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO