BATAM KOTA (BP) – Kepatuhan generasi muda untuk menyiapkan diri menjadi pengusaha sejak usia dini menjadi inti dari Youthpreneurship Bootcamp & Festival Indonesia–Malaysia 2025 yang digelar di Aula Auditorium Politeknik Negeri Batam, Sabtu (29/11).
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari Batam, Kepri, Indonesia, dan delegasi 43 mahasiswa dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, sekaligus menjadi wadah pelatihan, kompetisi, dan penguatan jejaring bisnis lintas negara.
Direktur Eksekutif Al Ahmadi Entrepreneurship Center, Lisya Anggraini, mengatakan, “Bootcamp ini bertujuan mendorong anak-anak menjadi pengusaha muda. Selama tiga hari, peserta dibekali pengalaman bisnis langsung, pelatihan, kompetisi, hingga penguatan growth mindset.”
Kegiatan perdana ini diawali dengan kunjungan bisnis ke Infinite Studio dan toko Teteles untuk memberi gambaran nyata tentang dunia usaha. Hari kedua diisi dengan kompetisi produk inovatif dan pameran kreativitas peserta, mulai dari kuliner, aplikasi digital, agensi digital, hingga bisnis unik seperti paket foto di angkot tua bernama roda kenangan.
Lisya menambahkan, “Tantangan terbesar anak muda saat ini bukan kurangnya ide, tetapi kedisiplinan dan konsistensi. Ide mereka banyak, tapi perlu pendampingan agar tetap fokus dan tidak cepat menyerah.”
Acara ini juga menjadi bagian dari Youth Partnership Class Program, yang menargetkan pelatihan ini menjadi agenda rutin empat kali dalam setahun.
Usia peserta dibagi dua kategori: teenager (15–18 tahun) dan youth (19–25 tahun).
Penutupan acara pada Minggu (30/11) akan dihadiri Gubernur Kepri dan diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Al Ahmadi Entrepreneurship Center dan UiTM Malaysia, serta Universitas Ibnusina. Lisya berharap kerja sama ini membuka peluang kolaborasi baru dan memperkuat jejaring kewirausahaan lintas negara.
“Dengan MoU ini, kerja sama bisa terus berkembang dan membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berwirausaha,” tutupnya. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : Jamil Qasim