Program Makan Bergizi (MBG) kini menyasar ibu hamil dan balita. Kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam pendistribusiannya. Kader harus bekerja keras mengantar MBG dari pintu ke pintu demi pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Gang-gang kecil di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, selalu punya cerita. Rumah-rumah berdempetan, jemuran menggantung rendah nyaris menyentuh kepala, dan motor yang memenuhi jalan setapak menjadi pemandangan harian warga.
Di balik lorong padat yang khas permukiman pusat kota itu, kehidupan sosial tetap bergerak. Salah satu yang menjaga nyalanya adalah Posyandu Nusa Indah Pos 2 RW07, dipimpin oleh Karmini.
“Penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di sini ada 60 orang, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Karmini, saat
ditemui JawaPos.com (grup Batam Pos), belum lama ini.
Program MBG menjadi angin segar bagi warga yang mayoritas berasal dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. Karmini menjelaskan, kedisiplinan warga dalam menimbang anak menjadi salah satu syarat utama penerima manfaat.
“Kalau dia rajin nimbang, baru kita kasih,” kata perempuan yang kini berusia 61 tahun itu.
Setiap pembagian MBG selalu menciptakan momen kehangatan di gang sempit tersebut. Ibu-ibu datang dengan bayi dalam gendongan, menunggu paket yang diantarkan menggunakan gerobak oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bendungan Hilir sejak pukul 9.30 WIB.
Karmini dan para kader lalu menyalurkan satu per satu paket kepada para penerima. Namun prosesnya tak selalu mulus.
“Kadang orangnya sudah dipanggil, tapi nggak datang. Kita balik lagi panggilin. Kita tunggu sampai habis MBG-nya,” tutur Karmini.
Meski begitu, semangat para kader tak surut. Kekompakan antara kader Posyandu, Jumantik, dan relawan lain membuat pembagian MBG bisa berjalan lancar.
Menurut Karmini, kualitas makanan MBG sudah sangat membantu, meski ia berharap ke depan bisa lebih menyesuaikan dengan kebutuhan balita.
“Kalau namanya snack, pasti anak-anak suka. Tapi kalau makanan, ada yang cocok ada yang enggak. Jadi harapannya ke depan bisa lebih pas untuk balita yang kita data,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, selain untuk anak sekolah, MBG juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah penerima manfaat MBG per 23 November 2025 sebanyak 446.043 kelompok sebagai pelaksana distribusi manfaat Program MBG dengan total 42,91 juta penerima.
Jumlah ini mencakup 2,03 juta balita, 1,16 juta peserta PAUD, 2,08 juta anak TK, 15,6 juta siswa SD/MI, 8,8 juta siswa SMP/MTs, serta 7,0 juta siswa SMA/SMK/MA. Selain itu, terdapat 426 ribu peserta MAK, 78 ribu siswa SLB, 342 ribu santri pondok pesantren, 369 ribu ibu hamil dan menyusui, serta 300 ribu guru, tenaga kependidikan, dan kader. (***)
Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol