Buka konten ini

BANGKOK (BP) – Gelaran SEA Games ke-33 mengalami perubahan besar setelah banjir melanda Provinsi Songkhla, Thailand. Pemerintah dan panitia resmi memutuskan memindahkan seluruh pertandingan yang semula dijadwalkan di Songkhla ke Bangkok, demi memastikan kelancaran kompetisi dan keselamatan seluruh peserta.
Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi venue yang rusak dan tidak memungkinkan digunakan tepat waktu. Ancaman banjir serta risiko kerusakan fasilitas dan potensi penyebaran penyakit pasca-banjir menjadi faktor utama pemindahan.
Pengumuman resmi disampaikan dalam rapat yang dihadiri Ketua Panitia SEA Games ke-33 Chaiyapak Siriwat, Menteri Pariwisata Atthakorn Sirilatthayakorn, serta perwakilan negara peserta. Pernyataan resmi juga disampaikan Wakil Sekjen Komite Olimpiade Nasional Thailand (NOCT), Chalitrat Chantarubeksa, pada Kamis (27/11).
Sebanyak 10 cabang olahraga yang mempertandingkan total 109 medali emas, termasuk tinju, pencak silat, sepak bola, catur, judo, kabaddi, karate, gulat, petong, dan wushu, kini akan menggunakan venue alternatif di Bangkok. Saat ini, masing-masing federasi olahraga tengah menyiapkan fasilitas pengganti yang memenuhi standar internasional.
Beberapa negara peserta sempat mengkhawatirkan keamanan dan kesiapan Songkhla jika pertandingan tetap digelar di sana. Selain itu, sejumlah atlet dan ofisial sudah memesan tiket pesawat dan akomodasi di Songkhla, sehingga pemerintah Thailand mempertimbangkan pemberian kompensasi.
Langkah lanjutan terkait logistik, jadwal, dan kesiapan venue baru akan diumumkan setelah Komite Olimpiade Nasional Thailand menggelar penjelasan resmi, Jumat (28/11). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO