Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Investasi/Hilirisasi (Kemeninves) resmi menggabungkan sistem perizinan sektor keuangan BI, yakni EASE, dengan platform One Single Submission (OSS). Integrasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pelayanan melalui verifikasi Nomor Induk Berusaha (NIB) secara langsung dalam satu sistem.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa BI terus mendorong modernisasi layanan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Upaya itu dilakukan agar proses perizinan dan layanan kebanksentralan semakin cepat, aman, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan industri. “Sinergi dan inovasi ini memperkuat langkah BI menuju bank sentral yang responsif serta sesuai standar internasional,” kata Destry, Kamis (28/11).
Ke depan, BI menargetkan integrasi penuh perizinan BI–OSS dengan mekanisme Straight Through Processing. Selain itu, BI juga mendorong perluasan inovasi digital pada berbagai layanan, meningkatkan konektivitas global bagi transaksi antarnegara, serta memperkuat budaya kolaborasi lintas lembaga dan pelaku industri keuangan. Seluruh langkah ini diharapkan mampu menghadirkan layanan publik yang lebih efisien, inklusif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kemeninves Andi Maulana menyoroti pentingnya konsistensi dan keseragaman data sebagai dasar penyusunan kebijakan. Menurut dia, integrasi data perizinan BI dan Kemeninves menjadi fondasi menuju penyediaan satu data keuangan yang akurat, kredibel, dan mudah digunakan berbagai lembaga.
Sepanjang 2025, BI telah memperkuat kolaborasi dengan banyak institusi. Hasilnya terlihat pada peningkatan pengelolaan uang negara, sinkronisasi sistem BI–Kemenkeu, kesiapan Business Continuity Management lintas lembaga, hingga penguatan mekanisme transaksi dan penyelesaian antarnegara.
Tahun ini, BI juga telah memenuhi standar internasional ISO 20022 untuk transaksi lintas batas serta merampungkan integrasi data host-to-host guna meningkatkan efisiensi layanan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO