Buka konten ini

BALI (BP) – Lonjakan harga properti di Bali dipicu meningkatnya permintaan, terutama untuk segmen vila. Hal itu diungkap Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bali, Anak Agung Made Darma Setiawan. Menurutnya, faktor permintaan menjadi penentu utama selain kenaikan harga material dan ongkos tenaga kerja.
Dalam catatan REI, kenaikan harga properti di Bali berada pada kisaran 2,5 hingga 10 persen. “Permintaan vila meningkat dan otomatis mendorong investasi di sektor ini ikut naik,” ujar yang akrab disapa Ajik Setiawan saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).
REI juga mencatat harga material bangunan mengalami kenaikan 5 hingga 10 persen, sementara upah tukang naik sekitar 3 sampai 5 persen. Meski begitu, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan sejalan dengan tingginya permintaan pasar.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Bali, Michael Hikma Gunawan, menyebut tidak semua wilayah mengalami lonjakan harga. Di sejumlah kawasan, khususnya di Kabupaten Badung yang banyak pembangunan baru, justru terjadi koreksi harga.
“Koreksi berkisar 5 sampai 10 persen. Ini lebih pada penyesuaian antara pasokan dan permintaan. Namun untuk Denpasar, demand masih tergolong tinggi,” jelas Michael.
Data Bank Indonesia memperkuat tren kenaikan harga secara umum. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) BI Bali menunjukkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III/2025 tumbuh 1,08 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding kuartal II/2025 yang sebesar 0,67 persen.
Kenaikan IHPR terjadi pada seluruh tipe hunian. Rumah kecil meningkat 1,66 persen, tipe menengah naik 1,12 persen, dan rumah besar tumbuh 0,82 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong meningkatnya biaya produksi, terutama harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja.
Selain itu, pangsa penjualan rumah berukuran besar turut naik 0,7 persen dibanding kuartal sebelumnya. Tren ini sejalan dengan tingginya minat terhadap rumah besar sebagai instrumen investasi maupun hunian jangka panjang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO