Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Properti sejak lama dipandang sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan. Di tengah fluktuasi pasar keuangan, sektor ini kerap dianggap lebih stabil jika dibandingkan dengan emas maupun deposito. Nilai tanah yang cenderung meningkat membuat properti menjadi pilihan favorit bagi investor yang membidik keuntungan jangka panjang dengan risiko relatif terkendali.
Namun, memasuki dunia investasi properti bukan sekadar soal membeli rumah atau tanah. Ada sejumlah istilah teknis yang perlu dipahami agar keputusan yang diambil tidak keliru sejak awal.
Sunrise Area
Istilah ini merujuk pada kawasan yang tengah bertumbuh dan memiliki prospek pengembangan pesat di masa depan. Ciri utamanya terlihat dari pembangunan infrastruktur, hadirnya fasilitas publik, akses transportasi yang membaik, serta keterlibatan pengembang ternama. Kawasan semacam ini umumnya mengalami kenaikan nilai tanah dan properti secara signifikan seiring waktu.
Sunset Area
Kebalikan dari sunrise area, kawasan ini diprediksi mengalami stagnasi atau penurunan daya tarik investasi. Lokasinya kurang strategis, pertumbuhan penduduk rendah, fasilitas minim, serta harga tanah yang tidak menunjukkan perkembangan berarti dalam beberapa tahun terakhir.
Nomor Urut Pemesanan (NUP)
NUP merupakan sistem pemesanan awal yang memungkinkan calon pembeli memilih unit sebelum proyek resmi diluncurkan. Nomor ini menentukan giliran dalam menentukan lokasi atau tipe properti yang diincar, meskipun tidak semua pengembang menerapkannya.
Booming Properti
Istilah ini menggambarkan kondisi ketika suatu produk properti mengalami lonjakan permintaan secara signifikan. Fenomena ini sering diikuti oleh kenaikan harga yang cukup tajam. Namun, euforia pasar tidak selalu berbanding lurus dengan potensi jangka panjang, sehingga analisis tetap diperlukan sebelum mengambil keputusan.
Return on Investment (ROI)
ROI merupakan parameter untuk mengukur efektivitas investasi dengan membandingkan keuntungan yang diperoleh terhadap modal yang dikeluarkan. Dalam properti, ROI membantu investor menilai seberapa efisien sebuah aset menghasilkan keuntungan.
Capital Gain
Capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual properti. Semakin strategis lokasi dan prospektif kawasan, semakin besar peluang peningkatan nilai aset. Kenaikan ini kerap menjadi target utama investor properti.
Yield
Berbeda dengan capital gain, yield mengacu pada keuntungan dari hasil sewa. Perhitungannya didasarkan pada total pendapatan sewa tahunan dibandingkan dengan harga beli properti. Setiap jenis properti memiliki tingkat yield yang berbeda.
Hand Over
Istilah ini menandai proses serah terima properti dari pengembang kepada pembeli. Momen inilah yang menandai dimulainya kepemilikan fisik atas unit yang telah dibeli. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO