Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Shell Indonesia memastikan kerja sama pengadaan BBM dari PT Pertamina Patra Niaga memasuki tahap final. Kesepakatan itu menjadi penopang suplai di SPBU swasta setelah sempat terhenti pada Agustus–Oktober 2025 karena kuota impor habis.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan Shell telah menyepakati pembelian satu kargo base fuel dari Pertamina. ’’Sudah sampai di titik serah yang disepakati,’’ ujarnya di Jakarta kemarin (26/11).
sandar, Shell akan menjemput kargo tersebut untuk didistribusikan ke jaringan SPBU. Volume sekitar 100 ribu barel itu diharapkan cukup menjaga kecukupan stok hingga akhir 2025 sebelum kuota impor baru diturunkan. Sebelumnya, BP-AKR dan Vivo juga telah mendapat suplai tambahan masing-masing 100 ribu barel. ExxonMobil tidak mengikuti skema tersebut karena masih memiliki cadangan yang memadai.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyampaikan bahwa negosiasi kini tinggal memasuki tahap finalisasi teknis.
’’Pembahasan B2B (business to business) memasuki tahap akhir,’’ jelasnya.
Sementara itu, PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) memastikan pasokan tahap dua BP 92 sudah mulai didistribusikan ke 70 SPBU mereka yang tersebar di Jabodetabek, Jabar, dan Jatim. Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura memastikan bahwa suplai didatangkan melalui kerja sama B2B dengan Pertamina Patra Niaga secara prudent dan comply.
’’Base fuel RON 92 yang digunakan telah memenuhi spesifikasi pemerintah dan standar internasional BP. Proses uji mutu dilakukan ketat sehingga konsumen tetap memperoleh kualitas dan performa terbaik,’’ paparnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO