Buka konten ini

LONDON (BP) – Chelsea mengejutkan di musim panas lalu ketika menjuarai Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat. Yang lebih mengejutkan, The Blues – sebutan Chelsea – mampu mempermalukan juara Liga Champions Paris Saint-Germain dengan tiga gol tanpa balas di final (14/7).
Predikat sebagai klub juara dunia itulah yang kembali tampak saat Chelsea memperdaya FC Barcelona tiga gol tanpa balas dalam matchday kelima fase League Liga Champions kemarin (26/11).
Barca yang notabene juara bertahan LALIGA dan mengawali Liga Champions dengan kemenangan di kandang Newcastle United (19/9) seperti sudah kalah di awal laga. Laga baru berjalan empat menit, gelandang Chelsea Enzo Fernandez sudah membobol gawang Barca. Tetapi, gol dianulir karena handsball bek tengah Chelsea Wesley Fofana.
Pada menit ke-24, gol Enzo kembali dianulir karena dia offside. Alasan serupa yang membuat gol winger Alejandro Garnacho (50’) tidak disahkan wasit Slavko Vincic asal Slovenia. Meski ”kehilangan” tiga gol, Chelsea bisa mendulang tiga gol lainnya melalui gol bunuh diri bek kanan Barca Jules Kounde (27’), winger Estevao Willian (55’), dan striker Liam Delap (73’).
Pertahankan Bola Selama Mungkin
Kemenangan Chelsea tak lepas dari taktik Enzo Maresca. Pelatih berkebangsaan Italia itu memanfaatkan kelemahan Barca saat tidak menguasai bola.
”Barca adalah tim yang nyaman ketika sedang menguasai bola. Namun, ketika mereka tidak menguasai bola, mereka menjadi tidak nyaman. Jadi, kami hanya berusaha mempertahankan bola sebisa mungkin,” beber Maresca dilansir di laman resmi klub.
Maresca sekaligus menampik keunggulan jumlah pemain sebagai alasannya. Barca harus bermain dengan 10 orang karena kapten sekaligus bek tengah Ronald Araujo menerima kartu merah.
”Bahkan ketika 11 lawan 11, saya merasa kami bermain dengan baik,” ucap mantan asisten Pep Guardiola, pelatih yang ”mempopulerkan” Barca dengan gaya penguasaan bola (juego de posicion).
Hansi Sindir Kartu Merah
Hal berbeda disampaikan entrenador Barca Hansi Flick. Pelatih berkebangsaan Jerman itu menilai pertandingan berjalan timpang setelah Araujo terkena kartu merah.
”Tidak mudah untuk bangkit melawan Chelsea idengan 10 pemain. Kalah jumlah pemain itu berat. Chelsea adalah tim yang sangat bagus saat memegang bola,” tuturnya kepada Diario AS.
Kekalahan oleh Chelsea menjadi catatan Barca yang paling buruk musim ini. Dalam tiga kekalahan lain, Blaugrana – sebutan Barca – masih bisa mencetak gol. Hansi pun menegaskan bahwa timnya akan move on dengan cepat.
”Pemain-pemain (yang sebelumnya cedera) sudah kembali (pulih). Kita akan melihat Barca yang berbeda dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Itulah yang bisa saya janjikan,” tutur Hansi dilansir dari ESPN. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO