Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Karimun menegaskan komitmennya untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Plt Kepala Dinas P2KBP3A Karimun, Yeli SE MM, mengatakan, pencegahan kekerasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pendekatan yang digunakan harus melibatkan elemen masyarakat, lintas sektor, serta institusi pendidikan.
“Harus ada keterlibatan semua stakeholder dan masyarakat yang berada di garis terdepan,” ujarnya, Rabu (26/11).
Selama tahun ini, P2KBP3A telah menjalankan berbagai program pencegahan, terutama di lingkungan sekolah. Sosialisasi digelar di berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA negeri maupun swasta di Pulau Karimun dan Kundur, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).
Penyebaran informasi juga dilakukan melalui media cetak dan elektronik. Selain itu, pesan edukatif disampaikan melalui spanduk, baliho, dan pembagian stiker di wilayah Karimun, Kundur, dan Moro.
“Tujuannya agar masyarakat semakin sadar dan berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelas Yeli.
Untuk memperkuat perlindungan, P2KBP3A membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat desa dan kelurahan yang kini berjumlah 18 unit.
Selain itu, terdapat enam Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) yang aktif menjalankan fungsi pencegahan dan penanganan awal.
“Semua upaya ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Karimun dalam membangun sistem perlindungan yang menyeluruh. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menekan angka kekerasan dan menciptakan lingkungan yang aman, ramah, serta bebas dari kekerasan,” tutupnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY