Buka konten ini

INVESTASI properti memang bisa menguntungkan, tapi hanya bagi mereka yang siap dengan pengetahuan, strategi, dan kehati-hatian.
Agar tidak terjebak dalam penawaran yang tampak menjanjikan, berikut sejumlah langkah yang patut diperhatikan:
1. Jangan Mudah Tergiur Iming-Iming Keuntungan Tinggi
Setiap skema yang menawarkan profit cepat dan besar perlu dicermati. Contohnya, proyek One Global Gallery yang dipasarkan Iwan Sunito mengeklaim potensi kenaikan nilai hingga 40 persen dengan okupansi 90 persen. Angka tersebut seharusnya diuji kebenarannya melalui audit independen, bukan semata diambil dari materi pemasaran.
2. Selalu Periksa Legalitas dan Rekam Jejak
Citra perusahaan yang tampak profesional tidak otomatis menjamin keamanan investasi. Dalam kasus Iwan, banyak kreditur besar—termasuk institusi pendidikan dan perusahaan investasi luar negeri—turut menjadi korban kerugian. Investor wajib mengecek status hukum perusahaan melalui lembaga resmi seperti OJK di Indonesia atau ASIC di Australia sebelum melangkah lebih jauh.
3. Waspadai Promosi yang Bermuatan Emosi
Teknik pemasaran dengan janji sukses, testimoni “kaya mendadak”, hingga seminar motivasi sering kali membangun persepsi positif, namun tidak selalu mencerminkan keamanan investasi. Pendekatan seperti ini biasanya menyasar investor pemula. Keputusan berinvestasi harus berdasarkan analisis, bukan sekadar antusiasme sesaat.
4. Pahami Risiko saat Berinvestasi di Negara Lain
Menaruh dana di pasar properti luar negeri berarti berhadapan dengan sistem hukum berbeda, aturan perpajakan, hingga perlindungan konsumen yang tidak selalu menguntungkan. Jika terjadi sengketa atau likuidasi, investor Indonesia dapat mengalami kesulitan ketika menuntut haknya. Konsultasi dengan ahli hukum internasional sangat penting sebelum memulai investasi.
5. Lakukan Due Diligence Secara Detail
Jangan hanya fokus pada tokoh yang mengajak investasi, tetapi teliti produk investasi itu sendiri. Investor perlu memahami prospektus, struktur perusahaan, mitra pengembang, hingga status perizinan. Langkah ini membantu menghindari jebakan proyek bermasalah yang dipoles dengan narasi sukses. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO