Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Hari Guru Nasional diperingati sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pendidik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Momen spesial pada Hari Guru setiap 25 November ini dapat dirayakan dengan berbagai cara, salah satunya memberikan puisi bertema guru sebagai ungkapan terima kasih dan penghormatan.
Sebagaimana diketahui, guru memiliki peran penting dalam kehidupan setiap orang. Mereka bukan hanya membimbing secara akademis, tetapi juga menanamkan pelajaran hidup yang akan selalu dikenang.
Anda dapat menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada guru melalui puisi singkat namun penuh makna. Bahasa yang menyentuh mampu mengungkapkan perasaan tulus dengan cara yang elegan dan mendalam.
Dikutip dari English Jagran, berikut lima puisi emosional dan menyentuh hati yang dapat Anda bagikan kepada guru tercinta pada momen Hari Guru Nasional. (*)
Puisi Pertama
Engkau menunjukkan jalan di setiap langkah kami,
Mengajarkan kami kebenaran hidup.
Ratusan salam untuk guru yang menyalakan pelita ilmu pengetahuan.
Selamat Hari Guru, kami ucapkan berulang kali,
Engkau adalah guru sejati, pemberi nilai-nilai.
Selamat Hari Guru 2025.
Puisi Kedua
Mudahkanlah setiap kesulitan, bimbinglah kami ke arah yang benar.
Terima kasih, karena telah menghiasi kehidupan.
Semoga bayang-bayangmu selalu menyertai kami—itulah harapan kami semua.
Setiap langkah hidup kami tak lengkap tanpamu.
Selamat Hari Guru 2025.
Puisi Ketiga
Makna mendalam dalam setiap kata hanya dapat kami pahami darimu.
Dari engkau kami mendapatkan pendidikan yang menyempurnakan hidup.
Dengan menunjukkan jalan perjuangan, engkau mengajari kami untuk terus maju.
Engkau guru hebat, pembawa cahaya dalam hidup kami.
Selamat Hari Guru 2025.
Puisi Keempat
Engkau menginspirasi kami, memberi sayap untuk mimpi-mimpi kami.
Engkau pembimbing sejati kami.
Kami akan selalu menjaga api pendidikan ini tetap menyala.
Kami memberikan penghormatan sepenuh hati sepanjang hidup.
Selamat Hari Guru 2025.
Puisi Kelima
Tanpa guru, ilmu tak berkembang.
Tanpa guru, keselamatan tak tercapai.
Tanpa guru, kebijaksanaan tak tumbuh.
Tanpa guru, cacat tak terhapuskan.
Engkau mengajar tanpa pamrih, selalu menginspirasi.
Wahai Guru, aku salut padamu—salut seratus kali.
Reporter : JG GROUP
Editor : PUTUT ARIYO