Buka konten ini

BATAM (BP) – Ombudsman RI Perwakilan Kepri menyoroti lambatnya progres pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam setelah PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) melaporkan pengerjaan megaproyek tersebut baru mencapai 2,1 persen hingga September 2025. Keterlambatan ini jauh dari target awal yang semula direncanakan rampung pada 2024 dan bahkan menyebabkan mundurnya kontraktor pelaksana sebelumnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
PT BIB kini telah memulai proses tender ulang pembangunan Terminal 2 sejak 24 November 2025 dan menargetkan penandatanganan kontrak dengan kontraktor baru pada Februari 2026.
Pjs. Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, menyatakan proses pengadaan kontraktor akan berlangsung tiga bulan dan dijalankan secara transparan sesuai ketentuan internal perusahaan.
“Kami memastikan prosesnya efektif, efisien, dan optimal agar pembangunan Terminal 2 dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya, Sabtu (15/11).
Jika tidak ada hambatan, konstruksi ditargetkan dimulai triwulan pertama 2026 dengan masa pembangunan 24 bulan, sehingga terminal baru berstandar internasional itu direncanakan melayani penumpang pada akhir 2027.
Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, menekankan proyek ini tidak boleh kembali melambat. Menurutnya, kapasitas Terminal 1 yang hanya mampu menampung lima juta penumpang sudah tidak memadai untuk mendukung pertumbuhan mobilitas dan ekonomi Batam.
“Ini mimpi besar yang sudah lama didengungkan. Pembangunan Terminal 2 harus direalisasikan agar kapasitas bandara meningkat hingga 9,8 juta penumpang,” kata Lagat, Selasa (25/11).
Ombudsman memberikan catatan khusus agar PT BIB menggandeng aparat penegak hukum dalam proses pemindahan Terminal Kargo Lama ke fasilitas baru untuk mencegah potensi persoalan hukum di kemudian hari. Lagat menegaskan, semua proses harus rapi secara hukum dan pengembangan fisik bandara tidak boleh mengganggu layanan publik.
PT BIB harus tetap menjaga kualitas pelayanan agar pengguna jasa penerbangan merasa aman dan nyaman di tengah proses konstruksi. Ombudsman juga mendorong PT BIB membuka lebih banyak rute penerbangan baru, termasuk rute Batam–Bali serta destinasi lain di Sumatera dan Kalimantan, mengingat Hang Nadim saat ini melayani 23 rute domestik dan internasional dari 10 maskapai, namun masih memiliki ruang ekspansi.
Sementara itu, renovasi Terminal 1 yang dikerjakan WIKA telah selesai dan resmi diserahkan kepada PT BIB. Terminal yang kini tampil lebih modern, lapang, dan nyaman menjadi bukti komitmen PT BIB dalam meningkatkan standar pelayanan. PT BIB dan WIKA juga melakukan penyesuaian lingkup pekerjaan berdasarkan kajian komprehensif, prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta pendampingan Tim Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.
Penyesuaian ini membuka jalan bagi penunjukan kontraktor baru yang akan fokus mengerjakan Terminal 2 agar pengembangan berjalan tepat sasaran dan sesuai prioritas.
Kehadiran Terminal 2 diyakini akan meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas layanan penumpang, memperluas ruang gerak operasional, dan memperkuat posisi Hang Nadim sebagai hub transportasi udara utama di wilayah barat Indonesia, sekaligus menjadi pintu masuk strategis bagi pertumbuhan ekonomi Batam. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK