Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Karimun, Selasa (25/11) menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor di Gedung Nasional. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Karimun.

Plt Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Karimun, Yeli SE MM, didampingi Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, Atin Nurhayati, kepada Batam Pos mengatakan, rakor ini merupakan yang ketiga kalinya dalam tahun ini dilakukan.
’’Pada prinsipnya, pertemuan ini untuk menyatukan langkah, persepsi untuk mencegah dan memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Intinya, bagian dari upaya-upaya pencegahan,’’ ujarnya.
Untuk mendukung kegiatan, tambahnya, P2KBP3A menghadirkan Verdinan Pradana dari Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Karimun sebagai narasumber dan pemateri. Kemudian, pesertanya ada 40 orang terdiri dari Kejaksaan Negeri Karimun, kepolisian, Bapas, MUI Karimun dan OPD serta instansi terkait lainnya.
’’Pentingnya rakor ini tidak lain untuk pencegahan sekaligus untuk memberikan pelayanan trauma healing. Khususnya, di tahun-tahun mendatang dapat menekan angka kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tercatat pada tahun ini ada 81 kasus yang masuk ke Polres Karimun. Dengan rincian, 16 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan 65 kasus kekerasan terhadap anak,’’ jelasnya.
Menurut Yeli, rakor lintas sektor ini memiliki arti penting, tidak hanya sebagai forum komunikasi lintas instansi. Tapi, juga sebagai langkah nyata dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Serta, upaya memberikan layanan trauma healing bagi para korban.
Dengan jumlah kejadian yang tercatat sampai bulan ini sebanyak 81 kasus, tentunya menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
’’Untuk itu, kami mengimbau seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga, lingkungan sekolah, serta komunitas sosial untuk lebih peduli dan aktif mencegah kekerasan yang terjadi di sekitar kita. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman, ramah dan melindungi hak-hak perempuan dan anak. Kita percaya, dengan sinergi yang kuat dan kerja bersama yang berkelanjutan, angka kekerasan ini dapat terus ditekan di tahun-tahun mendatang,’’ ungkap Yeli. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY