Buka konten ini

LONDON (BP) – Arsenal menjamu Bayern Munchen di Stadion Emirates, London, dini hari nanti (27/11) bagai final Liga Champions. Matchday kelima fase League Liga Champions itu (siaran langsung beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 03.00 WIB) mempertemukan dua klub teratas klasemen. The Gunners – julukan Arsenal – maupun Die Roten (sebutan Bayern) juga sama-sama masih 100 persen menang. Selain keduanya, hanya ada Inter Milan dengan catatan serupa di antara 36 klub fase League.
Duel ini disebut-sebut akan mengancam rekor unbeaten (tidak terkalahkan) Bayern sepanjang 18 laga di berbagai ajang musim ini. Bukan semata karena Arsenal dalam performa positif dengan kukuh di puncak klasemen Premier League dalam dua bulan terakhir.
Melainkan juga karena The Gunners punya keunggulan dalama set pieces dan sebaliknya, Bayern kerap kesulitan mengatasi serangan set pieces.
”Mereka klub terbaik di Eropa dalam kemampuan set pieces. Ini bisa jadi tantangan terbaik bagi kami,’’ kata der trainer Bayern Vincent Kompany seperti dilansir dari Mia San Mia.
Di Liga Champions, tiga dari sebelas gol Arsenal berawal dari skema bola mati. Sementara dua dari empat gol kemasukan kiper Bayern Manuel Neuer dalam dua laga terakhir di Bundesliga berasal skema bola mati.
Memori Derbi London
Sebagai sesama pemain yang datang dari Premier League di Bayern, striker Harry Kane maupun Nicolas Jackson sama-sama memendam emosional saat menjejakkan kakinya di Stadion Emirates dini hari nanti. Sebab, keduanya pernah datang ke sana sebagai musuh dalam derbi London.
Kane bersama Tottenham Hotspur dalam derbi London Utara, sedangkan Jackson dengan Chelsea di derbi London.
Kane punya kebiasaan membobol gawang Arsenal. Bersama Bayern di perempat final Liga Champions dua musim lalu, Kane menyumbang satu gol saat bisa menahan Arsenal 2-2 di London dalam first leg. ’’Aku selalu menantikan laga di London, laga yang sarat intensitas,’’ tutur Kane yang juga kapten timnas Inggris itu dilansir dari Football London.
Duel Tandem Bek Tengah Les Bleus
Arsenal dan Bayern sama-sama mengandalkan peran bek tengah timnas Prancis saat ini. The Gunners memiliki William Saliba dan Die Roten punya Dayot Upamecano. Yang menarik, keduanya merupakan tandem di jantung pertahanan Les Bleus.
Hanya, dini hari nanti, Saliba kehilangan tandem serasinya, Gabriel Magalhaes, karena cedera paha. Saliba, 24 tahun, kemungkinan kembali berpasangan dengan bek versatile Ekuador Piero Hincapie setelah koneksi mereka berbuah kemenangan 4-1 atas Spurs di Premier League akhir pekan lalu (23/11).
Untuk Upamecano, bek 27 tahun itu telah menjalin koneksi apik dengan Jonathan Tah musim ini. Tah datang secara gratis dari Bayer Leverkusen. Saat ini, Tah merupakan pilihan utama bek tengah timnas Jerman. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO