Buka konten ini

BATAM (BP) – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mencatat lonjakan signifikan realisasi investasi sepanjang 2025, berdasarkan data kumulatif hingga triwulan III yang telah mencapai Rp54,7 triliun atau 91 persen dari target Rp60 triliun. Peningkatan yang melesat ini menandai semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Realisasi investasi pada triwulan III saja tercatat Rp33,66 triliun berdasarkan laporan LKPM. Angka ini naik 74,9 persen dibanding periode sama tahun 2024 yang berada di kisaran Rp19,24 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan soliditas ekonomi Batam dengan laju QoQ +61,99 persen dan YoY +123,3 persen.
Kenaikan itu didorong oleh peningkatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 147,85 persen dari Rp5,99 triliun menjadi Rp14,85 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 41,97 persen dari Rp13,25 triliun menjadi Rp18,81 triliun, dengan Singapura tetap menjadi mitra strategis utama kawasan.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad, mengatakan, capaian tersebut merupakan bukti bahwa arah dan strategi pembangunan Batam berjalan pada jalur yang tepat. Ia menilai para pelaku usaha kini membaca dengan jelas stabilitas serta prospek jangka panjang Batam.
Apalagi, seluruh kebijakan dan program BP Batam saat ini tengah dipacu untuk selaras dengan lima arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi, menyederhanakan regulasi dan perizinan, menuntaskan persoalan lahan, mengoptimalkan sektor-sektor strategis, serta menjadikan Batam sebagai destinasi investasi unggulan di kawasan.
”Kami secara konsisten mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang investasi. Peningkatan konektivitas antarkawasan industri, perluasan kapasitas pelabuhan logistik, hingga penguatan suplai listrik dan air menjadi fondasi yang menopang masuknya modal baru,” kata Amsakar.
Reformasi perizinan juga menjadi faktor pendorong besar. Digitalisasi layanan membuat proses perizinan jauh lebih cepat, transparan, dan dapat dipantau secara daring tanpa keharusan mendatangi kantor pelayanan. Efisiensi ini meningkatkan kepastian berusaha di mata investor.
Amsakar mengatakan, PMA yang naik 25 persen dan PMDN yang tumbuh 74,94 persen menunjukkan iklim investasi Batam makin menarik bagi pelaku usaha dalam dan luar negeri. Ia menilai keseimbangan pertumbuhan kedua sektor tersebut menjadi fondasi ekonomi yang lebih kokoh.
Ia mengatakan, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi yang masuk, tetapi juga kepastian regulasi dan tertib perizinan. Karena itu, BP Batam menekankan pentingnya pemenuhan seluruh izin, mulai dari PKKPR, izin lingkungan, Amdal, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Dalam pertemuan bersama insan pers beberapa waktu lalu, Amsakar mengajak seluruh pihak menjaga transparansi dan mendorong sinergi informasi terkait arah kebijakan pembangunan. Menurutnya, peran media menjadi penting dalam memberikan pemahaman yang jernih kepada publik mengenai kebijakan yang sedang berjalan.
Komitmen Investasi Senilai Rp171,5 Triliun
Selain itu, BP Batam mencatat prestasi besar melalui kegiatan Signing of Strategic Investment Commitments yang digelar Oktober lalu. Acara tersebut menghasilkan komitmen investasi senilai USD 10,349 miliar atau sekitar Rp171,5 triliun dari perusahaan multinasional berbagai negara.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan, komitmen tersebut menjadi bukti penguatan posisi Batam sebagai lokomotif ekonomi nasional. Ia menyebut pertumbuhan investasi saat ini adalah hasil kerja pembenahan menyeluruh dan inovasi yang dilakukan secara konsisten.
Beberapa proyek unggulan dalam komitmen investasi itu mencakup sektor semikonduktor, energi terbarukan, hingga manufaktur berteknologi tinggi. Investasi terbesar berasal dari pengembangan industri wafer semikonduktor senilai USD 2,2 miliar dan investasi panel surya serta energi terbarukan senilai USD 4,739 miliar.
Selain itu, terdapat proyek pembangkit listrik oleh Greenbank Japan senilai USD 1 miliar serta pembangunan pabrik baterai sodium-ion berbasis hidrogen dengan nilai investasi USD 248 juta. Proyek-proyek ini akan ditempatkan di kawasan industri unggulan seperti Tunas Prima, Wiraraja, Kabil, Panbil, dan Samara.
Pertumbuhan investasi tersebut juga didorong oleh penerbitan dua regulasi penting, yakni PP 25/2025 tentang KPBPB dan PP 28/2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Kedua aturan itu menjadi dasar penguatan sistem perizinan investasi di Batam.
Sebagai tindak lanjut, BP Batam menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meningkatkan inovasi dan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan layanan perizinan. Kerja sama ini mendorong layanan yang lebih efektif, transparan, dan berbasis sains.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, promosi investasi kini dilakukan secara digital melalui berbagai kanal internasional. Melalui sistem IBOSS, OSS RBA, dan Dashboard Investasi Real-Time, investor dapat memantau seluruh proses secara daring dan cepat.
Di sisi lain, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menuturkan, lembaganya terus berbenah menciptakan iklim investasi yang ramah dan penuh kepastian hukum. Ia mengatakan, seluruh jajaran di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad berkomitmen menghadirkan perubahan nyata yang langsung dirasakan pelaku usaha.
Li Claudia mengungkapkan, BP Batam tengah menyusun daftar permasalahan yang sering dikeluhkan investor sekaligus merumuskan solusi cepat dan strategis. Langkah ini menjadi arah baru dalam meningkatkan kualitas layanan investasi.
Dengan slogan “BP Batam Beraksi Tanpa Basa Basi”, Li Claudia menekankan pentingnya sinergi antarpimpinan dalam menciptakan pelayanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada hasil. Ia menilai perubahan di tubuh BP Batam telah berjalan menuju standar layanan investasi kelas dunia.
Kinerja Logistik Tumbuh Dua Digit
Sektor logistik Batam terus menunjukkan performa impresif. Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat pertumbuhan dua digit pada seluruh indikator utama—volume peti kemas, general cargo, dan kunjungan kapal barang maupun penumpang, selama periode Januari–Oktober 2025.
Total volume peti kemas mencapai 665.286 TEUs, atau tumbuh 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi motor utama dengan 436 ribu TEUs, mencatat pertumbuhan tahunan 26 persen. Sementara itu, Terminal Umum Batu Ampar BP Batam menyumbang 136 ribu TEUs, naik 11 persen.
General cargo juga menunjukkan tren positif dengan total bongkar muat mencapai 9,64 juta ton, meningkat 15 persen secara tahunan. Terminal Curah Cair Kabil menjadi penyumbang terbesar dengan 3,3 juta ton, tumbuh 13 persen, didorong meningkatnya permintaan industri energi, BBM, dan CPO.
Dari sisi trafik laut, total kunjungan kapal barang dan penumpang sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 92.605 call, naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bobot kapal yang dilayani tercatat 60,1 juta GT, atau meningkat 16 persen, mencerminkan semakin kuatnya daya tarik dan kapasitas layanan pelabuhan Batam.
Tidak hanya operasional yang meningkat, kinerja pendapatan juga menunjukkan hasil positif. Realisasi penerimaan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencapai Rp388,13 miliar, atau 97 persen dari target tahunan Rp401,86 miliar, tumbuh 15,8 persen dibandingkan capaian 2024. Capaian ini mencerminkan efektivitas tata kelola serta adaptasi layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan industri.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyebut peningkatan bobot kapal yang lebih tinggi dibanding jumlah kunjungan menunjukkan standar layanan yang memenuhi tuntutan efisiensi global.
“Pertumbuhan ini bukti nyata dari kolaborasi BP Batam, CIQP, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi digital dan efisiensi layanan,” ujarnya.
Raih Penghargaan dan Beri Penghargaan
Selain prestasi investasi, BP Batam juga meraih berbagai penghargaan tingkat nasional. Pada ajang Indonesia Kita Awards 2025 yang diselenggarakan Garuda TV di Jakarta, BP Batam dianugerahi penghargaan kategori “Outstanding Investment Performance”.
Penghargaan itu diterima langsung Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan menjadi pengakuan atas keberhasilan lembaganya mendorong investasi berkelanjutan sepanjang tahun ini. Amsakar menyebut penghargaan tersebut hasil kerja kolektif seluruh jajaran dan mitra strategis.
Tidak hanya itu, BP Batam juga kembali mendapat apresiasi dalam Gala Night 11.0 Award Trends Summit 2025. Pada ajang tersebut, Amsakar dinobatkan sebagai penerima Inspiring Professional & Leadership Award 2025 atas kontribusinya dalam mendorong daya saing dunia usaha dan profesional.
Dalam momentum Hari Bakti ke-54, BP Batam juga menggelar Anugerah Investasi 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada investor dan pelaku usaha yang berkontribusi bagi perekonomian Batam. Ajang ini mengangkat tema “Mengapresiasi Prestasi, Mendorong Investasi”.
Berbagai perusahaan menerima penghargaan pada acara tersebut, mulai dari PT Austin Engineering Indonesia sebagai PMA dengan ekspor tertinggi hingga PT Ecogreen Oleochemicals Batam sebagai PMDN dengan realisasi terbesar. Penghargaan ini mencerminkan kuatnya ekosistem investasi Batam.
BP Batam juga memberikan penghargaan berbasis keberlanjutan, seperti inovasi daur ulang terbaik kepada PT Free The Sea dan inovasi teknologi ramah lingkungan kepada PT WIK Far East. Sementara itu, kawasan industri Tunas Group meraih penghargaan Inovasi Hijau Terbaik.
Selain itu, penghargaan turut diberikan kepada tokoh penggerak pembangunan seperti Tek Po (Abi) di bidang pariwisata gastronomi dan Peter Vincen sebagai tokoh penggiat potensi investasi. BP Batam menilai kontribusi tersebut penting untuk memperluas jejaring investasi Batam.
Selain prestasi di sektor investasi, BP Batam juga mencatat capaian penting di bidang digitalisasi layanan publik. Pada Anugerah Bhumandala Award 2025 yang digelar Badan Informasi Geospasial (BIG), BP Batam menerima penghargaan Bhumandala Ariti untuk kategori Kementerian/Lembaga berkat inovasi Land Management System (LMS).
Penghargaan tersebut diterima Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Alexander Zulkarnain mewakili Kepala BP Batam. Alexander menyebut LMS sebagai wujud komitmen BP Batam menghadirkan layanan pertanahan yang lebih mudah, transparan, dan efisien.
LMS memungkinkan pemohon mengakses informasi regulasi, mengisi formulir, hingga mengunggah dokumen secara daring. Seluruh proses perizinan diproses secara elektronik, meminimalisir kesalahan administrasi dan mempercepat layanan. Sistem ini diyakini memperkuat sektor pertanahan sebagai aspek vital investasi, mengurangi hambatan birokrasi, dan mendorong percepatan realisasi proyek di Batam.
Dari sisi layanan informasi. BP Batam membuat terobosan melalui aplikasi Super Apps B-Care. Aplikasi ini dalam ajang Presentasi Uji Publik Keterbukaan Informasi Tahun 2025 yang digelar Komisi Informasi Pusat RI di Jakarta. Pemaparan tersebut disampaikan oleh Alexander Zulkarnain selaku Atasan PPID sekaligus Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam.
Acara ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi tahunan yang diikuti lebih dari 400 badan publik dari berbagai kategori, mulai dari kementerian, lembaga negara, BUMN, pemerintah daerah, perguruan tinggi, partai politik, hingga media. Ajang ini menjadi salah satu tolok ukur transparansi badan publik di Indonesia.
Dalam presentasinya, Alexander menegaskan komitmen BP Batam untuk terus berinovasi dalam pemenuhan hak masyarakat atas akses informasi. Salah satu inovasi terbarunya yaitu integrasi layanan PPID ke dalam Super Apps B-Care yang dapat diakses melalui laman e-ppid.bpbatam.go.id.
Aplikasi B-Care hadir dengan fitur pelacakan permohonan informasi serta fitur percakapan dua arah antara pemohon dan petugas, sehingga proses layanan menjadi lebih transparan dan responsif. BP Batam berharap inovasi ini memperkuat langkah mereka menuju predikat Badan Publik Informatif pada tahun 2025. (*)
Reporter : FISKA JUANDA
Editor : RATNA IRTATIK