Buka konten ini

CITILINK menambah satu armada pesawat baru menjelang periode libur akhir tahun 2025. Dengan reaktivasi ini, jumlah pesawat yang sudah kembali beroperasi menjadi 31 unit, mendekati target perusahaan yang ingin mencapai 36 pesawat hingga akhir tahun.
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, menyebutkan bahwa reaktivasi tersebut merupakan bagian dari program pemulihan armada untuk memperkuat kapasitas layanan dan operasional maskapai. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tim teknis, operasional, hingga para mitra strategis.
Menurutnya, tambahan armada ini memberikan dorongan penting bagi Citilink dalam memperluas rute penerbangan serta memastikan layanan yang lebih andal bagi pelanggan.
“Kami tetap berkomitmen memberikan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Reaktivasi dilakukan oleh GMF AeroAsia melalui rangkaian pemeriksaan dan pemeliharaan menyeluruh sesuai standar regulasi. Upaya ini juga menjadi bentuk sinergi Garuda Indonesia Group untuk menjaga kualitas operasional penerbangan.
Darsito menjelaskan bahwa Citilink menargetkan seluruh proses reaktivasi selesai pada akhir tahun, sehingga total 36 pesawat dapat beroperasi. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding hanya 21 pesawat pada pertengahan tahun. Capaian tersebut menunjukkan kemajuan dari proses pemulihan perusahaan, sekaligus membuka peluang untuk menambah kapasitas, memperluas jaringan, dan meningkatkan efisiensi operasional.
“Program reaktivasi armada akan terus dilanjutkan secara bertahap, dengan memastikan seluruh perawatan memenuhi standar keselamatan yang berlaku,” pungkasnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO