Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Semen Padang Bangkit di Era Dejan

Semen Padang akhirnya kembali merasakan kemenangan, dan momen tersebut terasa lebih istimewa karena terjadi pada era baru bersama pelatih Dejan Antonic. Tiga poin dari kemenangan 2-1 atas Persijap Jepara di Stadion Haji Agus Salim pada pekan ke-13 Super League 2025/2026 bukan hanya memutus delapan kekalahan beruntun, tetapi juga melahirkan lima fakta unik yang menandai perubahan besar Kabau Sirah dalam waktu singkat.

“Sudah lama kita tidak merasakan kemenangan,” ujar Dejan yang terlihat sangat lega usai pertandingan.
Dari sisi permainan, Semen Padang tampil lebih rapi dan percaya diri. Mereka tidak lagi tergesa-gesa dalam membangun serangan, disiplin menjalankan instruksi, dan berani tampil proaktif sejak awal laga. Dual antar tim papan bawah ini berlangsung ketat karena keduanya sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi.

“Kedua tim bermain ngotot karena ingin menang,” kata Dejan.
Semen Padang diuntungkan oleh kartu merah pemain asing Persijap, Najeeb Yakubu, pada menit ke-24. Meski begitu, Dejan menegaskan bahwa faktor tersebut hanya sedikit membantu di tengah duel yang berlangsung intens.

“Mungkin kami sedikit diuntungkan dengan jumlah pemain,” ujarnya.
Di balik drama laga tersebut, berikut lima fakta statistik yang menjadi dasar kebangkitan Semen Padang:

1. Penguasaan bola 62 persen
Dominasi ini menunjukkan keberhasilan Dejan mengubah gaya bermain menjadi lebih mengontrol tempo, tidak hanya menunggu kesalahan lawan.

2. Total 395 umpan, 328 sukses
Akurasi umpan mencapai 84 persen, menandai keberanian Semen Padang memainkan bola lebih tenang dan terstruktur.

3. Expected goals (xG) mencapai 3.2
Angka ini sangat impresif bagi tim yang sebelumnya kesulitan menciptakan peluang. Mayoritas peluang hadir di area berbahaya.

4. 13 tembakan, lima tepat sasaran
Agresivitas tinggi ini menjadi kunci terciptanya gol Armando Obet Oropa di babak kedua.

5. Hanya dua kali kehilangan bola
Catatan paling mengejutkan. Minimnya kesalahan sendiri membuat Semen Padang mampu mengontrol ritme sepanjang pertandingan.
Performa itu tidak hanya mempercantik kemenangan, tetapi juga memperlihatkan identitas permainan baru yang mulai terbentuk. Gol pembuka Pedro Matos pada menit ke-27 memberi kepercayaan diri, meski Sudi Abdallah sempat menyamakan kedudukan menjelang turun minum.

Namun, Kabau Sirah mampu bangkit dan kembali menekan sejak awal babak kedua. Gol penentu Armando Obet Oropa pada menit ke-66 menjadi klimaks perjuangan mereka setelah delapan kekalahan beruntun.

Dejan menegaskan bahwa kemenangan ini baru permulaan. “Semoga ini menjadi awal untuk sukses ke depan, karena masih banyak laga yang harus dijalani,” ujarnya.
Tambahan tiga poin membawa Semen Padang naik ke peringkat 17 klasemen sementara dengan tujuh poin, menggeser Persis Solo yang mengoleksi enam poin. Momentum ini sangat penting menjelang laga tandang menghadapi Persik di Stadion Brawijaya pada 27 November mendatang.

Kebangkitan Semen Padang bukan sekadar memutus tren buruk, tetapi juga tentang menemukan karakter bermain yang lebih berani dan terkendali. Jika perkembangan ini berlanjut, Kabau Sirah bukan hanya berpeluang keluar dari zona merah, tetapi juga siap mengganggu tim-tim yang mulai lengah. Kemenangan perdana di tangan Dejan Antonic menjadi pijakan berharga untuk langkah mereka selanjutnya. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : JAMIL QASIM