Buka konten ini

DI tengah lanskap pedesaan Puglia, Italia, berdiri sebuah warisan arsitektur khas yang tak boleh dilewatkan: Trulli Houses. Bangunan beratap kerucut dengan batu berwarna abu-abu dan dinding putih bersih ini tampil begitu ikonik dan memikat.
Namun, keistimewaan trulli tidak hanya terletak pada visualnya yang Instagram-worthy. Rumah tradisional ini menyimpan sejarah panjang serta kisah menarik yang akan membuat siapa pun penasaran.
Trulli mulai dikenal sejak abad ke-14. Rumah-rumah ini dibangun dengan metode batu kering tanpa campuran semen. Atap kerucutnya disusun dari batu-batu yang ditumpuk secara bertingkat sehingga menghasilkan struktur yang kokoh.
Selain bentuknya yang unik, trulli juga memiliki fungsi yang sangat praktis. Desain atap kerucut membantu mengalirkan air hujan dan menjaga stabilitas bangunan. Sementara itu, dinding tebalnya mampu mempertahankan kenyamanan suhu ruangan sepanjang tahun, termasuk saat musim panas Puglia yang terkenal panas.
Pada awalnya, trulli digunakan para petani sebagai hunian yang efisien. Desainnya yang mudah dibongkar menjadi strategi cerdik untuk menghindari pajak pada masa itu—ketika petugas pajak datang, bangunan bisa cepat diruntuhkan dan didirikan kembali begitu kondisi memungkinkan.
Seiring waktu, trulli berevolusi dari rumah sederhana menjadi akomodasi wisata yang mewah dan menarik. Kini, bangunan ikonik ini bahkan telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Trulli dapat ditemukan di berbagai penjuru Valle d’Itria, namun yang paling banyak berada di Alberobello, sebuah kota kecil yang dipenuhi deretan trulli yang terawat dengan baik. Selain Alberobello, kota-kota seperti Locorotondo, Cisternino, dan Martina Franca juga menyajikan pemandangan trulli yang memukau.
Pengunjung bahkan bisa menginap di trulli yang telah dipugar dan dilengkapi fasilitas modern. Jika ingin merasakan langsung keunikan arsitektur bersejarah ini, Puglia dengan deretan trulli-nya adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO