Buka konten ini

PUSKESMAS Tarempa mencatat lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama September hingga Oktober 2025. Dalam dua bulan itu, total 292 warga datang berobat akibat penyakit tersebut.
Dari jumlah tersebut, balita tercatat 49 orang. Adapun pasien anak-anak mencapai 71 orang, remaja 42 orang, dewasa 119 orang, dan lansia 11 orang.
Plt Kepala Puskesmas Tarempa, Selasri Rabia Januarti, menyebut peningkatan ini berkaitan dengan cuaca di Kecamatan Siantan yang belakangan tidak menentu. Perubahan cepat dari panas, hujan, hingga angin kuat membuat daya tahan tubuh masyarakat mudah turun.
“Pasien rata-rata mengeluhkan tenggorokan sakit, pilek, dan rasa tidak nyaman di bagian dada,” kata Selasri, Jumat (21/11).
Ia menegaskan, meski jumlah pasien meningkat, seluruh kasus yang ditangani masih tergolong ringan. Tidak ada pasien yang mengalami sesak napas berat atau harus dirujuk ke rumah sakit.
“Alhamdulillah, semua pasien hanya mengalami gejala ringan,” ujarnya.
Gejala yang dilaporkan pasien umumnya berupa batuk kering, sakit tenggorokan, bersin, pilek, dan demam ringan. Penanganan awal diberikan berupa obat pereda gejala serta edukasi menjaga daya tahan tubuh.
Selasri memastikan situasi masih terkendali. Puskesmas juga terus memantau perkembangan kasus setiap minggu, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.
“Yang penting, masyarakat tidak panik. ISPA ini bisa cepat pulih kalau ditangani dengan benar dan masyarakat menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia mengimbau warga menerapkan pencegahan sejak dini, mulai dari menjaga pola hidup sehat, rutin minum air putih, tidak menunda makan, hingga menghindari perubahan cuaca secara mendadak.
Warga bergejala batuk atau pilek juga diminta memakai masker dan menjaga kebersihan lingkungan agar penularan tidak meluas.
“Jangan tunggu sampai parah. Kalau mulai sakit tenggorokan atau demam ringan, segera periksa ke Puskesmas,” pesan Selasri. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY