Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Generasi Z mendominasi angka pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dari total sekitar 65 ribu pengangguran yang tercatat Disnakertrans Kepri, sebanyak 60 persen atau sekitar 39 ribu orang berasal dari kelompok usia muda.
“Usia 17 sampai 25 tahun paling banyak. Kebanyakan mereka hanya tamat SMA/SMK dan belum mendapatkan pekerjaan,” ujar Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan, sekitar 20 persen pengangguran lainnya merupakan lulusan perguruan tinggi, baik S1 maupun S2, atau sekitar 13 ribu orang. Mereka umumnya kalah bersaing karena tidak sesuai dengan kualifikasi teknik yang dibutuhkan industri di Kepri—terutama Batam dan Bintan.
“Sebagian besar lulusan S1 dan S2 di Kepri itu manajemen dan akuntansi, sementara kebutuhan perusahaan lebih banyak jurusan teknik mesin, kimia, dan sejenisnya,” kata Diky.
Untuk menekan pengangguran, Disnakertrans menyiapkan berbagai program vokasi bagi lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi agar mereka memiliki sertifikasi dan siap masuk ke dunia industri.
“Kita banyak melakukan vokasi dan pelatihan. Jika sudah tersertifikasi, mereka bisa langsung terjun ke pekerjaan,” ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri juga menunjukkan tingginya pengangguran usia muda (15–24 tahun). Terdapat 30.517 orang atau 42,64 persen dari seluruh penganggur di Kepri. Kota Batam mencatat jumlah tertinggi, yakni 19.518 orang atau 63,69 persen dari total pengangguran usia muda.
“Tingkat pengangguran usia muda di Batam mencapai 17,44 persen. Disusul Karimun 16,78 persen dan Lingga 14,92 persen,” kata Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama.
Berdasarkan Sakernas Agustus 2024, jumlah pengangguran usia muda meningkat dari 28.812 orang pada 2023 menjadi 30.517 orang pada 2024—naik 1.705 orang atau 5,92 persen dalam setahun. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : RATNA IRTATIK