Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menunjukkan pertumbuhan stabil dari tahun ke tahun. Untuk meningkatkan daya saing di pasar global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri agar mempercepat transformasi dan digitalisasi proses produksi.
“Industri AMDK memiliki peranan penting dalam rantai manufaktur nasional karena menopang sektor makanan dan minuman (mamin) yang menjadi penggerak utama pertumbuhan industri pengolahan nonmigas,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, kemarin (20/11).
Agus menjelaskan, subsektor AMDK termasuk industri yang mampu mempertahankan laju ekspansinya. Pada 1973 hanya ada satu pabrik dengan kapasitas enam juta liter per tahun.
Kini, jumlahnya meningkat menjadi 707 pabrik dengan kapasitas nasional mencapai 47 miliar liter per tahun dan menyerap sekitar 46 ribu pekerja langsung. “Dalam lima tahun terakhir, utilisasi industri AMDK tetap berada di atas 70 persen, menunjukkan ketangguhan sektor ini terhadap tekanan ekonomi,” ujarnya.
Saat ini AMDK juga berkontribusi pada ekspor produk makanan dan minuman, dengan pertumbuhan rata-rata 11,4 persen per tahun. Transformasi digital turut berjalan, ditandai dengan dua pabrik—PT Tirta Investama Plant Pandaan dan Banyuwangi—yang telah ditetapkan sebagai National Lighthouse Industry 4.0.
Menperin menegaskan bahwa industri manufaktur, termasuk AMDK, harus semakin responsif terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. “Saya mengimbau pelaku industri AMDK untuk terus berinovasi dalam penggunaan material PET daur ulang serta menekan volume sampah plastik,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO