Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Acha Septriasa tidak hanya membintangi film ”Air Mata Mualaf”. Dia juga punya peran lain sebagai pengisi soundtrack filmnya dengan judul sama.
Menyanyikan lagu soundtrack sejatinya sudah kerap dilakukan Acha Septriasa di sejumlah judul film sebelumnya. Perempuan 36 tahun itu diketahui sempat berkolaborasi dengan Reza Rahadian menyanyikan lagu soundtrack untuk film ”Broken Hearts”.
Acha Septriasa sebenarnya sudah menghindari untuk menyanyikan lagu soundtrack. Tak seperti dulu di mana kepercayaan dirinya sangat tinggi, dia merasa harus profesional sebagai seorang aktor saja.
Acha beralasan, dirinya tidak ada niatan menjadi penyanyi professional hingga menjadi seorang diva. Dia merasa passion-nya di dunia seni peran saja, bukan sebagai penyanyi.
Acha Septriasa akhirnya comeback sebagai penyanyi soundtrack film setelah diyakinkan oleh Dewi Amanda selaku produser film ”Air Mata Mualaf”. Menurut dia, film ini akan lebih nyatu dan lebih bernyawa apabila Acha yang menyanyikan lagu soundtrack filmnya.
”Aku sudah bilang, ’Bu, aku sudah nggak di musik. Aku juga nggak pengen jadi diva, nggak pengen jadi penyanyi,” cerita Acha Septriasa dalam jumpa pers di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (19/11).
Selain meyakinkan Acha bahwa film ”Air Mata Mualaf” akan lebih punya nyawa apabila dia juga terlibat sebagai penyanyi soundtrack, Dewi Amanda meyakinkan Acha Septriasa kalau para penggemarnya sudah kangen untuk mendengarkan suaranya.
Akhirnya, Acha Septriasa bersedia untuk comeback ke dunia tarik suara sebagai penyanyi soundtrack untuk film ”Air Mata Mualaf”.
”Aku menyatakan bersedia karena lagunya dari Mbak Tya Subiakto. Dulu juga pernah ngisi soundtrack sama Mbak Tya scoring-nya,” ungkap Acha Septriasa.
Dia pun melakukan sejumlah persiapan dengan latihan sebelum menjalani rekaman lagu soundtrack. Acha Septriasa melakukan latihan vokal secara serius hingga beberapa kali.
“Menurut saya, latihan itu perlu sebagai penyanyi, dan dedikasi menjadi musisi itu sangatlah berat. Saat latihan, saya bebas berekspresi, tidak pernah merasa canggung,” ungkap Acha Septriasa. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY