Buka konten ini

BATAM (BP) – Seorang pengemudi ojek online, Ahmad Sholihun, 47, ditemukan meninggal dunia saat beristirahat di sebuah warung makan di kawasan Legenda Malaka, Batam Kota, Selasa (18/11) sore. Korban yang tengah tidur di kursi depan warung itu awalnya hendak dibangunkan oleh anak pemilik warung karena hari mulai petang, namun tak ada respons.
“Pas dibangunin karena sudah sore, nggak bangun-bangun. Rupanya sudah nggak ada,” ujar seorang warga, Rabu (19/11).
Warga sekitar mengenal Sholihun sebagai pengemudi ojol yang kerap mangkal di warung tersebut sambil menunggu orderan. Rumah kosnya tidak jauh dari lokasi, sehingga ia sering singgah untuk sekadar melepas lelah. Beberapa warga menyebut sebelum kejadian, pria asal Cilacap itu mengeluhkan demam dan sempat meminum obat paracetamol.
Kapolsek Batam Kota membenarkan bahwa korban sebelumnya meminta tolong rekannya untuk membelikan obat karena tubuhnya terasa panas dingin.
“Sekitar pukul 13.10 WIB ia mengaku tak enak badan. Setelah salat dan makan bubur, korban kembali berbaring untuk istirahat,” ujarnya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, rekannya sempat mencoba membangunkan karena mengira korban tertidur pulas. Namun saat dicek kembali pukul 16.45 WIB, tubuh Sholihun sudah dingin dan tidak bereaksi. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan diteruskan ke Polsek Batam Kota. Polisi tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, disusul Tim Identifikasi Polresta Barelang dan petugas RS Bhayangkara. Korban dipastikan tidak memiliki tanda-tanda kekerasan fisik.
“Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara pada pukul 18.52 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kapolsek.
Kepergian Sholihun meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya sesama ojol. Mereka mengenal almarhum sebagai sosok ramah, pekerja keras, dan jarang mengeluh.
“Beliau ini kerja terus. Sakit pun ditahan,” kata Kang Di, rekan korban.
Sholihun sudah merantau ke Batam selama satu dekade dan tiga tahun terakhir bergantung pada pekerjaan sebagai pengemudi ojek online. Meski kondisi kesehatannya naik turun, ritme kerjanya nyaris tidak berubah. “Kalau orderan sepi pun dia tetap narik,” ujar rekannya.
Di kampung halamannya di Cilacap, Sholihun meninggalkan seorang istri serta dua anak yang masih duduk di bangku SMP dan SD. Penghasilan hariannya selama ini rutin ia kirimkan untuk kebutuhan keluarga.
Mendengar kabar duka tersebut, komunitas ojol Batam langsung bergerak membantu proses administrasi dan pemulangan jenazah. Rabu siang (19/11), jenazah diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim menuju Yogyakarta untuk kemudian dibawa ke Cilacap.
Satgas Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam turut menyampaikan duka cita mendalam. Wakil Ketua Komando, Oka, menegaskan bahwa almarhum meninggal saat sedang menunggu orderan.
“Beliau pahlawan bagi keluarganya. Kami berharap pihak aplikasi memberikan kompensasi yang layak,” ujarnya.
Menurutnya, insiden ini harus menjadi perhatian serius penyedia layanan ojek online.
“Kami meminta ada tanggung jawab moral dan finansial, karena almarhum wafat saat menjalankan pekerjaan,” tambahnya.
Kepergian mendadak Sholihun tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga menjadi pengingat beratnya tekanan kerja para pengemudi yang menggantungkan hidup di jalanan.
Sementara jenazahnya kini dalam perjalanan menuju kampung halaman, keluarga dan rekan-rekannya berharap ada kepedulian serta keadilan bagi mereka yang setiap hari berjuang mencari nafkah. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : GALIH ADI SAPUTRO