Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Pemblokiran akses jalan di kawasan Genta I, Batuaji, terus berlanjut dan belum memberikan kepastian bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak. Hingga kini, para pedagang masih menunggu solusi konkret agar aktivitas jual beli mereka kembali normal.
Camat Batuaji, Addi Harnus, mengatakan dalam pertemuan antara dinas terkait dan warga, pemerintah merumuskan rencana rekayasa lalu lintas sebagai langkah mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Solusinya akan ada rekayasa jalan. Namun penjelasan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan dinas terkait,” ujarnya.
Menurut Addi, warga tetap bersikeras meminta agar akses yang ditutup tersebut dibuka kembali karena merupakan jalur yang paling ramai dilalui dan menopang aktivitas ekonomi setempat.
“Warga tetap minta jalan itu dibuka. Karena itu jalur utama mereka beraktivitas,” katanya.
Namun Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, menegaskan bahwa jalan tersebut tidak akan dibuka kembali. Ia menyebut keputusan pemblokiran diambil sepenuhnya atas pertimbangan keselamatan.
“Itu jalan sebenarnya bukan jalur utama. Jalur resminya sudah ada. Demi keselamatan, jalan itu tidak bisa dibuka,” tegasnya.
Leo menjelaskan, akses yang diblokir berada di dekat lampu lalu lintas Putri Hijau. Dari titik itu, pengendara sepeda motor kerap menerobos hingga melawan arus menuju Genta I, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kalau dibuka dan ada korban atau warga sekitar yang tertabrak nanti, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.
Ia meminta para pedagang tidak lagi mempermasalahkan penutupan tersebut karena pemerintah berjanji menyiapkan solusi khusus bagi UMKM di kawasan itu.
“Dari pertemuan pertama dengan warga dan UMKM sudah jelas, akan ada solusi. Tapi bukan dengan membuka jalan,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO