Buka konten ini

BATAM (BP) — Sepanjang Oktober 2025, fasilitas kesehatan di Kota Batam menangani ribuan pasien dengan berbagai keluhan penyakit. Berdasarkan Laporan 10 Penyakit Terbanyak Oktober 2025, flu dan hipertensi kembali menjadi dua keluhan yang paling banyak diderita warga.

Acute nasopharyngitis atau flu menempati peringkat pertama dengan 4.346 kasus, terdiri dari 2.133 pasien laki-laki dan 2.213 pasien perempuan. Posisi kedua ditempati hipertensi esensial dengan 4.303 kasus, dengan pasien perempuan mendominasi sebanyak 2.920 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan tingginya kasus tersebut merupakan kombinasi antara perubahan cuaca, mobilitas warga yang tinggi, dan pola hidup masyarakat perkotaan.
“Perubahan cuaca dan aktivitas warga yang padat membuat kasus infeksi saluran pernapasan seperti flu dan ISPA meningkat. Sementara hipertensi dan diabetes melonjak karena pola makan dan gaya hidup yang belum sepenuhnya sehat,” ujar dr. Didi.
Ia menambahkan, tingginya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes menjadi alarm bagi masyarakat untuk mulai mengendalikan faktor risiko.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai mengatur pola makan, mengurangi konsumsi garam dan gula, serta rutin memantau tekanan darah. Ini penting untuk mencegah komplikasi,” katanya.
Selain flu dan hipertensi, penyakit lain yang turut menyumbang tingginya kunjungan ke fasilitas kesehatan antara lain ISPA akut (3.136 kasus), dispepsia (2.398 kasus), dan ISPA tidak spesifik (1.959 kasus).
Menurut dr. Didi, angka tersebut menjadi pengingat bahwa penyakit menular dan tidak menular membutuhkan perhatian yang sama.
“Puskesmas sudah kami minta memperkuat edukasi pencegahan. Namun yang terpenting tetap kesadaran masyarakat. Menjaga kesehatan harus dimulai dari rumah,” tegasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : MUHAMMAD NUR