Buka konten ini

TIONGKOK memiliki rekam sejarah serta tradisi budaya yang panjang, dan seluruh kekayaan itu terlihat jelas dalam gaya arsitekturnya. Dari bangunan kuno yang sarat filosofi hingga menara pencakar langit yang menandai kemajuan zaman, Negeri Tirai Bambu menghadirkan ragam mahakarya arsitektur yang menakjubkan. Berikut lima bangunan ikonik yang patut masuk daftar perjalananmu:
1. Tembok Besar Tiongkok (Great Wall of China)
Tembok Besar Tiongkok bukan hanya karya teknik bersejarah, tetapi juga lambang perjalanan peradaban bangsa tersebut. Seiring waktu, tembok yang awalnya dibangun untuk pertahanan militer berkembang menjadi simbol otoritas kekaisaran, dan kini menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di dunia.
Menurut Parametric Architecture, pembangunan awal tembok diperkirakan dimulai pada abad ke-7 SM, sementara bagian paling populer dibuat pada era Kaisar Qin Shi Huang (221–206 SM). Dengan panjang sekitar 21.196 km, Tembok Besar menjadi struktur buatan manusia terpanjang yang pernah ada.
Minat wisatawan mulai tumbuh pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Proses pemulihan struktur dilakukan dengan menggabungkan teknik tradisional dan metode modern. Batu bata, balok batu, dan teknik tanah padat digunakan untuk mempertahankan keasliannya, sementara bahan seperti semen hanya ditambahkan untuk memperkuat bagian tertentu tanpa mengubah ciri historisnya.
2. Kota Terlarang (Forbidden City), Beijing
Smart History mencatat bahwa Kota Terlarang adalah kompleks istana megah dengan dinding merah dan atap kuning yang mendominasi lanskap Beijing. Kompleks seluas 961 x 753 meter ini terdiri dari lebih dari 90 kompleks istana dan 98 bangunan, dikelilingi pula oleh parit selebar 52 meter.
Sebagai pusat ritual, pemerintahan, dan kediaman para kaisar, penataan ruangannya mengikuti konsep kosmologi Konfusianisme. Arsitekturnya juga mengikuti panduan Yingzao Fashi, sebuah pedoman pembangunan dari abad ke-11 yang mengatur desain bangunan sesuai tingkat sosial penghuni istana.
3. Kuil Surga (Temple of Heaven), Beijing
UNESCO menyebutkan bahwa Kuil Surga merupakan kompleks yang dibangun secara simetris dari utara ke selatan. Di bagian selatan terdapat Circular Mound Altar, diikuti Imperial Vault of Heaven yang beratap kerucut, dan Hall of Prayer for Good Harvests yang menjadi bangunan utama dengan tiga tingkat atap melingkar.
Di sinilah para kaisar Dinasti Ming dan Qing menjalankan ritual memohon hasil panen. Di sisi barat terdapat Hall of Abstinence, tempat para kaisar berpuasa sebelum upacara berlangsung.
Kompleks ini memiliki 92 bangunan bersejarah dengan sekitar 600 ruangan, menjadikannya tempat persembahan kekaisaran terbesar yang masih terjaga hingga saat ini.
4. Menara Shanghai (Shanghai Tower), Shanghai
Institution of Civil Engineers mencatat bahwa Shanghai Tower, setinggi 632 meter dengan 128 lantai, berdiri megah di kawasan Lujiazui. Proyek yang selesai pada 2015 dan dibuka pada 2016 ini mampu menampung hingga 16.000 orang dan menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia.
Struktur bangunan terdiri dari sembilan silinder bertingkat yang dibungkus dua lapisan kaca. Di ruang antara kedua lapisan tersebut terdapat sembilan zona publik berisi taman, kafe, dan toko dengan pemandangan kota dari ketinggian.
Bangunan ini juga memiliki restoran tertinggi di dunia serta kolam renang di lantai 84 yang menjadi salah satu kolam tertinggi. Menara Shanghai melengkapi ikon modern Shanghai bersama Jin Mao Tower dan Shanghai World Financial Centre.
5. Gedung Opera Guangzhou (Guangzhou Opera House), Guangdong
Menurut Rethinking The Future, desain Gedung Opera Guangzhou terinspirasi dari lanskap alami seperti lembah dan bentuk yang tercipta dari erosi air. Lekukan halus pada kafe, lobi, dan jalur pejalan kaki menciptakan harmoni visual dengan panorama kota Guangzhou.
Berada di tepi sungai, gedung ini didukung teknologi akustik canggih yang membuat auditorium utamanya termasuk yang terbaik di dunia. Selain aula besar, terdapat pula ruang pertunjukan kecil berkapasitas 400 penonton.
Keindahan arsitektur, fungsi modern, dan lokasi strategis menjadikan gedung opera ini salah satu landmark favorit para arsitek serta pencinta seni global. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO