Buka konten ini

KERAMIK merupakan salah satu karya seni tertua yang dikenal manusia, lahir dari kreativitas dan kebutuhan sejak ribuan tahun silam. Dari material tanah liat yang tampak sederhana, keramik dapat dibentuk menjadi berbagai produk yang indah sekaligus memiliki fungsi praktis.
Proses pembuatannya melibatkan teknik pembentukan dan pembakaran pada suhu tinggi—sekitar 600 hingga 1.300 derajat Celsius—yang membuat hasil akhirnya kuat dan tahan lama.
Seiring perkembangan zaman, dunia keramik terus berevolusi menghadirkan banyak jenis baru yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Di tengah gaya hidup yang serba cepat, keramik tak lagi dipandang sekadar bahan bangunan atau perlengkapan makan. Kini, keramik menjadi bagian penting dalam desain interior—mulai dari cangkir kopi hingga ubin lantai yang memperindah ruangan.
Dengan ragam warna, struktur, dan motif, keramik dapat menciptakan nuansa berbeda di setiap sudut rumah. Namun, sebelum memilih, penting untuk mengetahui sembilan jenis keramik yang beredar di pasaran karena masing-masing memiliki karakter dan fungsi yang berbeda, sebagaimana mengutip Dekoruma.
1. Teraso
Jenis keramik ini terbuat dari campuran serpihan batu alam atau marmer dengan resin atau semen. Teksturnya menampilkan pola partikel yang menarik. Daya tahan goresnya tinggi dan tampilannya elegan, tetapi harganya cenderung premium dan membutuhkan perawatan lebih telaten.
2. Kuadrat
Keramik bentuk persegi atau persegi panjang ini tersedia dalam banyak ukuran dan warna. Cocok untuk dinding dan lantai, pemasangannya mudah dan harganya terjangkau. Namun, keramik ini dapat retak jika menahan beban berlebih.
3. Mozaik
Mozaik disusun dari potongan keramik kecil untuk membentuk pola atau gambar. Cocok untuk dinding, lantai, atau area basah seperti kolam renang. Tahan lama dan artistik, tetapi pemasangannya memerlukan keterampilan khusus.
4. Homogeneous Tile
Keramik jenis ini memiliki material yang seragam dari inti hingga permukaan, biasanya gabungan keramik, kuarsa, dan pewarna. Tahan gores, kuat, mudah dirawat, namun harganya relatif tinggi dan pemasangannya membutuhkan ketelitian.
5. Granit Alam
Dibuat dari granit asli yang diproses menjadi lembaran keramik. Tahan lembap, tahan noda, dan memperlihatkan corak alami. Ideal untuk area dengan beban berat seperti garasi. Meski kuat, granit alam umumnya mahal dan perlu perawatan khusus.
6. Keramik Semen
Terbuat dari campuran semen, pasir, dan air yang dicetak lalu dikeringkan. Teksturnya kasar bernuansa natural, cocok untuk interior industrial. Tahan cuaca dan awet, tapi rentan retak jika menerima tekanan tinggi.
7. Batu Alam
Keramik ini meniru bentuk dan warna batu alami seperti batu kapur atau bata. Memberikan suasana natural dan cocok untuk interior maupun eksterior. Ketahanannya baik tetapi harga dan biaya perawatannya cenderung lebih tinggi.
8. Porselen
Dikenal karena kekuatannya yang tinggi dan teksturnya yang lebih halus dibanding keramik biasa. Tahan air, tahan gores, dan mudah dirawat. Namun porselen dihargai lebih mahal di pasaran.
9. Marmer
Keramik ini dibuat menyerupai tampilan marmer asli, memberikan kesan mewah di ruangan. Elegan, tahan lama, dan mudah dibersihkan, tetapi mudah tergores dan memiliki harga relatif tinggi.
Intinya setiap tipe keramik memiliki ciri khas dan keuntungan tersendiri, sehingga penting untuk mempertimbangkan semua aspek sebelum menentukan pilihan yang paling cocok dengan kebutuhanmu. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO