Buka konten ini
BINTAN (BP) – Dinsos Bintan tengah gencar melakukan pendataan anak-anak dari warga kurang mampu untuk persiapan Sekolah Rakyat (SR) di Bintan.
Langkah ini diambil untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Kepala Dinsos Bintan, Samsul menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pendamping PKH untuk melakukan pendataan anak-anak warga kurang mampu di Bintan.
Hasil pendataan awal akan dicocokkan dengan data dari Dinas Pendidikan Bintan untuk jenjang SD dan SMP, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk tingkat SMA sederajat, sehingga anak-anak tersebut dapat terdaftar di Sekolah Rakyat di Bintan.
”Pendataan masyarakat miskin ekstrem dan hampir miskin sedang dilakukan oleh pendamping PKH,” ujarnya.
Ia menargetkan sekitar 6 ribu orang, termasuk anak-anak yang memenuhi syarat untuk masuk SD, SMP, dan SMA akan didata.
Sekolah Rakyat di Bintan direncanakan memiliki rombongan belajar (rombel) untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, dengan total sekitar 900 anak yang akan bersekolah gratis di sekolah berasrama tersebut.
Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bintan telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Buyu.
Lahan ini merupakan aset milik pemerintah daerah dan berlokasi di sekitar kantor Dinas PUPRP dan Disdukcapil Bintan.
Sekolah Rakyat akan memiliki fasilitas seperti asrama, rumah ibadah, lapangan sepak bola, lapangan voli, dan kolam renang.
Pembangunan sekolah ini bersumber dari anggaran pusat dan diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Tenaga pengajar akan diutamakan dari aparatur sipil negara (ASN) di Bintan. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY