Buka konten ini

CARA mencairkan ikan beku, seperti salmon dan nila, perlu mendapat perhatian. Kesalahan dalam proses ini dapat meningkatkan risiko botulisme, penyakit bawaan makanan yang dapat berakibat fatal.
Di masyarakat, ikan beku kerap dibiarkan mencair dalam plastik vakum. Sebagian orang memanaskannya langsung di microwave atau merendamnya dalam air panas tanpa melepas kemasan.
Padahal, menurut ahli keamanan pangan Universitas Rutgers, Donald Schaffner, metode itu justru membuka peluang berkembangnya bakteri Clostridium botulinum.
“Botulisme disebabkan bakteri yang tumbuh tanpa oksigen. Kemasan vakum menciptakan kondisi ideal bagi bakteri ini,” ujar Schaffner dalam podcast Food Safety Talk, Kamis (13/11).
Risiko meningkat ketika ikan dibiarkan mencair terlalu lama dalam kemasan rendah oksigen. Kondisi itu dapat terjadi pada berbagai jenis ikan beku yang dikemas vakum.
Botulisme dapat menimbulkan gejala muntah, diare, kelemahan otot, hingga kesulitan bernapas. Dalam kasus berat, racun menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan.
Untuk mencegah risiko tersebut, Schaffner menyarankan agar ikan beku segera dikeluarkan dari plastik kemasan setelah dibeli. Ikan kemudian dipindahkan ke wadah bersih dan dibiarkan mencair semalaman di lemari es sebelum diolah.
“Jika ikan masih beku dan ingin digunakan segera, manfaatkan fitur defrost pada microwave,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO