Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Penyidikan Ledakan MT Federal II Masuk Fase Penentuan

BATAM KOTA (BP) – Penyidikan kasus ledakan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Sabtu (15/11), jumlah saksi yang telah diperiksa melampaui 40 orang.
Proses pendalaman di jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) disebut berlangsung alot karena kompleksnya kons­truksi kejadian serta banyaknya variabel teknis yang harus dicocokkan.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menegaskan bahwa perkara ini masih menjadi atensi utama kepolisian. “Terkait kejadian kapal, ini masih jadi atensi. Pemeriksaan saksi berlangsung alot karena banyak hal teknis yang harus dicocokkan,” ujarnya, Sabtu (15/11).

Zaenal menjelaskan bahwa penanganan kasus telah resmi berada pada tahap penyidikan (sidik) dan kini memasuki fase penentuan menjelang penetapan tersangka. Sejumlah peme­riksaan Laboratorium Forensik (Labfor) masih ditunggu untuk memperkuat konstruksi penyebab ledakan.

“Sidik sudah berjalan. Kami masih menunggu beberapa hal dari Labfor untuk memperkuat hasil penyidikan,” kata Zaenal.
Ia menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan waktu untuk melaksanakan gelar perkara, sebuah tahapan krusial yang akan menentukan arah pertanggungjawaban pidana dalam tragedi yang menewaskan 14 pekerja tersebut.

“Federal II ini kita sedang mencari waktu untuk gelar perkara. Setelah semua data sinkron, baru bisa kita lakukan,” tegasnya.
Menurut Satreskrim, pemeriksaan saksi—yang terdiri dari pekerja lapangan, teknisi, mandor, petugas keselamatan kerja, pihak manajemen, hingga unsur pengawasan pemerintah—dilakukan secara menyeluruh untuk mengurai hubungan sebab-akibat dan memastikan siapa yang paling bertanggung jawab atas kelalaian atau dugaan pelanggaran prosedur keselamatan kerja.

Zaenal menegaskan bahwa penyidikan tetap dilakukan secara profesional, objektif, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.
“Kami ingin hasilnya objektif dan bisa dipertanggungjawabkan. Penetapan tersangka tidak boleh terburu-buru karena harus sesuai alat bukti,” ujarnya.
Hingga kini, ledakan tragis di kapal tanker MT Federal II masih menjadi sorotan masyarakat. (*)

Reporter : Eusebius Sara
Editor : Jamil Qasim