Minggu, 18 Januari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Nostalgia dalam Setiap Gigitan

Pisang Goreng by Bakoel Boenda

Di tengah maraknya kudapan kekinian, camilan tradisional pisang goreng tetap memiliki tempat tersendiri di hati pecintanya. Dinikmati bersama kopi atau teh hangat, cita rasa klasik ini justru mampu bersaing melalui inovasi baru. Hal itulah yang dilakukan Noviana”akrab disapa Novi”yang menghadirkan pisang goreng madu berkonsep nostalgia lewat brand Bakoel Boenda.

Novi mengaku sebagai pecinta olahan pisang. Ide membuat pisang goreng madu berawal saat kudapan tersebut tengah populer melalui jasa titip dari Jakarta. Saya cukup terkejut dengan harganya, ujarnya mengenang. Meski begitu, ia tetap kembali membeli titipan pisang goreng madu itu melalui suaminya yang sedang dinas di Jakarta. Saya suka sekali rasanya, tapi saya hanya mampu makan satu karena sudah kenyang, ucapnya sambil tertawa.

Dari sanalah muncul keinginan untuk membuat versi sendiri, dengan ukuran yang lebih kecil dan mudah dinikmati. Ia pun mengirimkan hasil percobaan pertamanya ke teman-teman terdekat. Respons positif membuatnya semakin bersemangat.

Novi mengaku melakukan berbagai percobaan sebelum menemukan versi terbaik. Berkali-kali ia gagal hingga harus membuang adonan. “Semua saya pelajari sedetail mungkin sampai akhirnya berhasil. Resepnya juga saya buat sendiri dari awal, katanya.

Empat bulan terakhir, Novi mulai merintis usaha kecil dari rumah. Ia menamai produknya Bakoel Boenda, terinspirasi dari panggilan anak-anaknya, Bunda, serta penggunaan besek atau bakul sebagai wadah penyajian. Saya memakai aksen ejaan lama karena sangat mencintai unsur tradisional Indonesia, jelasnya.

Menurut Novi, keunikan Bakoel Boenda terletak pada konsep easy bite. Pisang disajikan dalam potongan kecil agar mudah dinikmati oleh semua kalangan, baik untuk camilan santai maupun kudapan bersama. Tiba-tiba sudah habis saja tanpa sadar, ujarnya tersenyum.

Ia juga ingin membawa pisang goreng madu ke level berikutnya dengan penggunaan bahan premium seperti butter wisman, cinnamon, dan madu asli 100 persen. Supaya ketika orang mencicipi, mereka langsung tahu itu pisang goreng Bakoel Boenda, tambahnya.

Saat ini Bakoel Boenda memiliki dua menu, yakni:
Pisang Goreng Madu Istimewa Rp45.000/besek (best seller)
Pisang Goreng Klasik (Wijen) Rp25.000/pack
Produksi masih dilakukan di rumah (homemade) dan pemesanan dilakukan secara online melalui DM Instagram @bakoelboenda.id atau WhatsApp dengan sistem pre-order (PO).
Sekali PO, kami sanggup produksi 85 besek. Pernah juga mencapai 127 besek dalam satu hari, ungkapnya.

Modal awal yang ia keluarkan sekitar Rp350 ribu. Kini, omzet bulanannya selalu melebihi target yang diperkirakan. Semakin sering open PO, omzet juga semakin bertambah, ujarnya.
Novi tak menampik ada suka duka selama merintis usaha. Kesibukan saat open PO membuat waktunya bersama anak-anak berkurang. Namun, ia tetap bersyukur. Senangnya ketika banyak orderan. Bisa mengisi waktu dan menghasilkan, katanya.

Ia berterima kasih kepada para pelanggan setia, baik yang rutin repeat order maupun pelanggan baru yang rela menunggu jadwal PO. Banyak pula yang menjadikan Bakoel Boenda sebagai bingkisan untuk keluarga dan sahabat.
Baginya, memulai usaha hanyalah soal keberanian. Semua kembali pada kemauan, tekad, dan percaya diri. Mau diam di tempat atau melangkah lebih maju, tuturnya.

Novi berharap Bakoel Boenda dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas. Semoga kami bisa menjaga kualitas dan cita rasa yang sejak awal kami bangun, dan tetap menjadi kepercayaan sahabat Bakoel Boenda, tutupnya. (*)

Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM