Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Aksi Konyol Dua Sahabat di Pineapple Express

Pineapple Express adalah film buddy stoner yang menggabungkan unsur komedi, aksi jalanan, dan persahabatan tak terduga antara dua karakter utama yang sangat berbeda satu sama lain.

Dale Denton adalah seorang kurir dokumen pengadilan yang santai dan cenderung malas. Setiap hari, satu hal yang membuatnya bersemangat hanyalah mampir ke apartemen sang pengedar ganja, Saul Silver, untuk membeli stok baru yang disebut Pineapple Express, ganja langka yang konon menawarkan sensasi berbeda dari yang biasanya.

Pertemuan Dale dan Saul awalnya hanya transaksi rutin, tetapi ikatan mereka tumbuh karena keunikan Pineapple Express. Saul, yang hangat dan berantakan, melihat Dale sebagai pelanggan favorit, sementara Dale menemukan kenyamanan dalam humor sarkastik Saul dan rasa ganja yang ”berkarakter.”

Konflik memuncak ketika Dale secara tidak sengaja menyaksikan sebuah pembunuhan terkait jaringan kriminal dan korupsi.
Panik, Dale melarikan diri dan meninggalkan puntung rokok ganja Pineapple Express di TKP, tanpa menyadari betapa mudahnya jejak itu ditelusuri kembali ke Saul dan dirinya.
Keduanya segera menjadi buronan, bukan hanya polisi korup, tapi juga sindikat narkoba yang berbahaya.

Dale dan Saul terpaksa bekerja sama di bawah tekanan, rasa takut, dan kejar-kejaran sekaligus berusaha memutus rantai masalah yang mereka buat.
Pelarian mereka menghadirkan rangkaian adegan aksi yang absurd sekaligus lucu, khas ”buddy stoner action-comedy.” Dari mobil yang mogok di saat kritis, panggilan panik ke teman yang salah, hingga rencana-rencana setengah matang yang berujung kacau, semua dirangkai dengan tawa dan kekacauan yang terus meningkat.

Dalam upaya menghapus jejak, Dale dan Saul mencoba menghubungi jaringan Saul termasuk Red, rekan sesama pengedar yang setia namun ceroboh.
Alih-alih membantu, Red malah menambah masalah dengan loyalitas yang rapuh dan keputusan yang impulsif, menghasilkan pertarungan konyol di ruang tamu.

Sementara ancaman mendekat, hubungan Dale dan Saul berkembang dari transaksi jual-beli menjadi persahabatan yang anehl.
Mereka belajar saling percaya, bahkan saat logika mengatakan untuk kabur sendiri-sendiri. Chemistry ini menjadi tulang punggung emosi di tengah humor yang ”ngegas.”
Cerita juga menampilkan antagonis dari dunia kartel narkoba dan jaringan korupsi yang saling berkelindan.

Perburuan terhadap Pineapple Express memperlihatkan bagaimana satu barang kecil bisa mengungkap peta kekuasaan yang lebih besar, meski tetap dibungkus komedi berenergi tinggi.

Ketegangan bereskalasi menuju konfrontasi bersenjata yang tak terduga di markas sindikat. Aksi yang semrawut, ledakan kecil, dan taktik dadakan memaksa Dale, Saul, dan Red untuk menemukan keberanian di tengah kekonyolan, menciptakan klimaks yang chaotic dan heroik.

Di antara kekacauan, Dale mulai melihat nilai persahabatan sejati dan mempertanyakan kebiasaan-kebiasaannya, Saul, yang tampak tak bertanggung jawab, menunjukkan hati besar dan kesetiaan yang tulus. Dinamika ini membuat penonton peduli pada nasib mereka, bukan hanya tertawa atas kebodohannya. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : JAMIL QASIM